• 20 Orang Vaksinasi Perdana, Kapolres Wakatobi : Unsur Kepolisian Saya Pertama

image_title
Ket: Kapolres Wakatobi, AKBP.Suharman Sanusi, S.Ik saat menjalani vaksinasi. Rabu (4/2/2021)
  • Share

    BUMISULTRA

    WAKATOBI - Program pencanangan (Kick Off ) vaksinasi perdana di Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara (Sultra) menyertakan 20 tokoh. Salah satu diantaranya Kapolres daerah itu, AKBP. Suharman Sanusi,S.Ik bertempat di pelataran kantor Bupati pada Rabu (4/2/2021).

    Vaksinasi tersebut berdasarkan undangan Pemerintah Daerah bernomor 005/93/II/2020 ditujukkan kepada 20 orang terpilih dari 3 unsur yang turut dilibatkan baik pejabat publik, tokoh agama dan masyarakat

    Kapolres Wakatobi, AKBP.Suharman Sanusi, S.Ik menyebut sejak dimulai pelaksanaannya sekitar pukul 09.00 Wita dan berlangsung sekitar 30 menit, vaksinasi tetap berjalan normal.

    "Saya sendiri selaku Kapolres Wakatobi sudah melaksanakan vaksinasi dan dipantau langsung oleh dokter selama 30 menit dan sampai saat ini dalam keadaan baik semua,''  tuturnya.

    Kapolres kelahiran Buton itu, tak berkilah jika dirinya saat menerima vaksin Sinovac lewat tangan dokter yang menyutiknya dengan tujuan upaya pencegahan dan pengendalian Pandemi,Covid-19 merasakan sama saja dengan vaksin pada umumnya, berjalan normal dan biasa-biasa saja.

    "Alhamdulillah kalau rasa saya kira sama vaksin lain dan sampai sekarang keadaan normal,''  tambahnya.

    Dirinya turut menghimbau agar pelaksanaan vaksinasi tahap dua, nantinya diikuti masyarakat khususnya di Kabupaten Wakatobi tak mendapat hambatan terlebih kekhawatiran berlebihan.

    "Tahap pertama sebatas 20 orang dan dari Kepolisian, vaksinasi pertama adalah Kapolres yang mendahuli. Untuk tahap kedua insha Allah nanti kami koordinasikan", tutupnya.

    Selain Kapolres, pejabat publik lainnya turut pula divaksin adalah Bupati Wakatobi, H.Arhawi sementara wakilnya Ilmiati Daud belum melakukan vaksinasi diaebabkan gejala asma yang dideritanya.

    Sementara itu,berdasarkan informasi dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 yang diunggah pada akun grup Whatsapp per 23 Januari 2021, tidak dapat diberikan kepada kelompok masyarakat dengan kriterianya sebagai berikut:
    1. Pernah terkonfirmasi Covid-19
    2. Wanita hamil dan menyusui
    3. Berusia di bawah 18 tahun
    4. Tekanan darah di atas 140/90
    5. Mengalami gejala ISPA dalam 7 hari terakhir
    6. Ada anggota keluarga serumah yang kontak erat/suspek/konfirmasi/sedang dalam perawatan karena penyakit Covid-19
    7. Sedang mendapatkan terapi aktif jangka panjang terhadap penyakit kelainan darah
    8. Mengidap penyakit jantung
    9. Mengidap penyakit autoimun sistemik
    10. Menderita penyakit ginjal
    11. Menderita penyakit Reumatik Autoimun/Rhematoid Arthritis
    12. Menderita penyakit saluran pencernaan kronis
    13. Menderita penyakit Hipertiroid/hipotiroid karena autoimun
    14. Menderita penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais/defisiensi imun, dan penerima produk darah/transfusi
    15. Menderita penyakit Diabetes Melitus (dalam kondisi tertentu bisa diberikan vaksin Covid-19)
    16. Menderita HIV (dalam kondisi tertentu bisa diberikan vaksin Covid-19)
    17. Memiliki penyakit paru seperti asma, PPOK, TBC (dalam kondisi tertentu bisa diberikan vaksin Covid-19). (*)


    Penulis | La Ilu Mane