• Kunjungan Wisata Menurun, Nadar : Jangan hanya Lihat Wakatobi

image_title
Ket: Peserta tari Lariangi terpadat saat momentum Wakatobi Wave 2018
  • Share

    BUMISULTRA

    WAKATOBI -Kunjungan wisatawan di Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara (Sultra) kurun waktu 2020 hanya berkisar sebanyak 3.511 orang. Hal ini diungkap Kepala Dinas Pariwisata daerah itu, Nadar saat ditemui diruang kerjanya. Senin (1/2/2021)

    Jumlah ini dianggap menurun jika dibandingkan tahun 2019 dengan nilai total sebesar 28.000 orang baik wisata demostik maupun wisata mancanegara (Wisman).

    Kendati, mengalami menurunan capai angka 80 persen bukan berarti Pemda Wakatobi khususnya Dinas Pariwisata tak berupaya mendorong berbagai event kunjungan. Terbukti angka kunjungan wisata hampir tiap tahun menunjukkan angka trand kenaikan.

    Data BPS setempat mencatat kunjungan Wisata kurun waktu 2013 hanya berkisar 12.370 orang naik menjadi 14.270 tahun 2014. Lonjakan terjadi saat H.Arhawi - Ilmiati Daud, keduanya memimpin daerah itu kurun waktu 2015 pada posisi angka 18.027 kunjungan.

    Trand kenaikkan wisata juga tercapai setahun kemudian, sebanyak 22.380 kunjungan. Demikian tahun 2017 naik menjadi 27.439 dengan puncak kunjungan terpadat dicapai tahun 2018 dengan total angka 29.405 orang.

    Sementara penurunan angka hanya terjadi antara tahun 2019 hingga 2020. Bila dikalkulasi perbandingan total kunjungan pada puncak terpadat tahun 2018 sebesar 29.405 dikurangi total kunjungan 2019 sebanyak 28.857 maka perbedaan angka kunjungan hanya menurun sebanyak 548 orang.

    Nadar sapaan akrab kadis Pariwisata Wakatobi itu menilai bahwa membandingkan angka kunjungan wisata tentu harus real dan melihatnya secara menyeluruh.

    Ia mengambil contoh perbedaan begitu jauh tahun 2019 hingga 2020 capai 80 persen, secara nasional semua top ten destinasi bahkan destinasi utama seperti Bali mengalami angka penurunan serupa akibat adanya Wabah Pandemi,Covid-19

    "Jika dibandingkan perfomance secara nasional maka akan paralel dengan situasi secara nasional apalagi Wakatobi bukan pintu utama dari negara asal maka lewat Bali dan Batam dulu. Kalau disana sudah ditutup maka jelas tak bisa kesini"terangnya.

    Menurut Nadar, peminat wisata Wakatobi tercatat Wisman dominan top kunjungan adalah warga Eropa, Amerika, Australia dan Asia menempuh jalur kunjungan lewat Kota Jakarta dan Bali.

    "Sampai hari ini pun kedua daerah itu masih ditutup. Kadang kala kita tak semangat bicara pariwisata dimasa Pandemi sekarang ini. Secara nasional bahkan Mentri Pariwisata tak bicara angka kunjungan", tambahnya.

    Angka kunjungan terjumlah 3.511 itupun terjadi sebelum bulan Maret dimana awal Pandemi Covid-19 mewabah. Efeknya, warga asing yang melakukan penelitian baik Mahasisawa maupun pelajar setingkat SMA memilih membatalkan study di Wakatobi.

    "Tahun lalu di cancel semua pada bulan Maret saat Pandemi. Segmen program reseach bukan hanya Mahasiswa bahkan ada level SMA hanya di cancel dan tahun ini belum ada kepastian,'' paparnya.

    Demikian kunjungan wisata domestik yang terbilang terpadat di isi warga asal Jakarta namun awal mewabahnya Pandemi Covid-19 menjadi sepi.

    "Jangankan Wisman, kunjungan kerja Kementrian ke daerah banyak terpending.Sebenarnya urgent sekarang adalah bagaimana recovery dalam masa Pandemi,'' tutupnya. (*)


    Penulis | La Ilu Mane