• Arhawi, Bupati Pertama Berhasil Ambil Alih Kuasa Balai Taman Nasional Wakatobi

image_title
Ket: Sekda, Drs.H.La Jumadin saat menerima penyerahan surat keputusan Mentri LHK-RI oleh Ir.Hery Subagiyadi di gedung Manggala Wana Bakti KLHK RI. Rabu (18/11/2020)
  • Share

    BUMISULTRA

    WAKATOBI - Satu lagi keberhasilan H.Arhawi berhasil rebut hati pemerintah pusat lewat Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia (KLHK-RI) atas status wilayah taman nasional. Hal ini diakui Kepala Pusat Kebijakan Strategis Kementrian Lingkungan Hidup RI, Ir. Hery Subagiyadi, di gedung Manggala Wana Bakti KLHK RI. Rabu (18/11/2020).

    Sekda, Drs.H.La Jumadin didampingi kepada Dinas Lingkungan Hidup, Jaemuna dan kepala Bappeda, La Tarima bersama-sama ketua DPRD Kabupaten Wakatobi, H.Hamiruddin menerima penyerahan surat keputusan Menteri LHK RI bernomor SK.425/MENLHK/SETJEN/LA.2/11/2020 tentang perubahan kawasan taman nasional Wakatobi dan perairan laut di sekitarnya seluas 1.320.987 ha.

    Penyerahan dihadiri langsung Kepala Biro Hukum dan Kepala Pusat Kebijakan Strategis KLHK RI. Sekaligus menjelaskan jika surat tersebut bisa terbit setelah melalui proses kajian cukup panjang dimana surat yang disampaikan H.Arhawi selaku Bupati Wakatobi yang mengambil cuti kampaye saat ini, berhasil meyakinkan Mentri LHK RI.

    Dirinci. Bupati, H.Arhawi mengajukan surat pertama pertanggal 21 Mei 2019 disusul surat kedua pada 12 Agustus 2020 bernomor 522.II/122/V/2019 perihal penegasan status tanah pulau-pulau berpenghuni di Kabupaten Wakatobi yang ditujukan kepada Direktur Jenderal Planalogi Kehutanan dan Tata Lingkungan Kementrtian LHK RI.

    Kedua surat itu, Pemda mengharapkan adanya penegasan status terhadap tanah pulau-pulau berpenghuni di Kabupaten Wakatobi. Berikutnya, berdasar surat tersebut maka Kementrian LHK RI memindaklanjutinya dengan surat jawaban diberi nomor S.1030/MENLHK/KSDAE/KSA.0/11/2019 yang terbit pertanggal 22 November 2019.

    Salah satu point penting menyebut pulau pulau yang telah berpenghuni akan dikeluarkan dari taman nasional namun wilayah perairan dan pulau-pulau atau wilayah daratan yang memiliki keunikan dan kekhasan akan tetap dipertahankan sebagai kawasan taman nasional.

    Secara total dari luasan taman nasional Wakatobi sebesar 1.390.000 ha telah menjadi 1.320.987 ha atau pulau berpenghuni tersebut adalah 69.013 ha atau sekitar 4,96 persen.

    Sesuai release kepala Pusat Kebijakan Strategis Kementrian Lingkungan Hidup RI, Ir. Hery Subagiyadi menyampaiakn apresiasi terhadap usaha Pemda Wakatobi terkhusus Bupati, Arhawi dinilai telah bekerja keras untuk mengawal seluruh proses penegasan status tanah berpenghuni, sebelumnya menjadi kaplingan wilayah Balai Taman Nasional Wakatobi

    Tak hanya itu, terlepasnya kuasa Balai ke Pemda Wakatobi. Hery menghimbau agar tetap menjaga ekologi dan keberlanjutan lingkungan demi kesejahteraan masyarakat setempat

    Sekda, Drs.H.La Jumadin selaku perwakilan Pemda Wakatobi menyebut keberhasilan capaian Pemda setelah H.Arhawi menjabat sekaligus Bupati pertama dinggap mampu mempengaruhi kebijakan pusat setelah kurun waktu 14 tahun lamanya Kabupaten itu final menjadi kabupaten defenitif, 2003 silam.

    Lewat kesempatan itu pula, ia bersama ketua DPRD, H.Hamirudin turut menyampaikan ungkapan syukur sekaligus rasa terimakasihnya kepada seluruh pihak dan seluruh masyarakat Wakatobi yang telah mendukung segala prosesnya.

    Keberhasilan lobi H.Arhawi bukan kali pertama. Lewat Kementrian LHK RI, ia turut menyabet 'Asian Haritage Park'. Sertifikat tersebut diberikan pula Ir.Hery Subagiyadi. Saat itu masih menjabat sebagai Sekjend KSDAE, momentum Wakatobi Wave 2019 lalu.

    Momentum yang sama Ketua Lembaga Kebudayaan Nasional (LKPN -Pusat), Toto Sudarwanto turut mengambil kesempatan yang sama memberikan piagam penghargaan kebudayaan 'Nugraha Setya Bhakti Budaya' kepada H.Arhawi setelah dinilai mampu menumbuh kembangkan budaya lokal setelah Wakatobi ditetapkan menjadi 10 bali baru, top ten distination ditetapkan Presiden Jokowi, 2016. (*)


    Penulis | La Ilu Mane