• PJs.Bupati Wakatobi Didesak Salurkan Bantuan Masyarakat Berdampak Covid-19

image_title
Ket: Dialog antara massa APB bersama PJs.Bupati, Drs.Aslaman Sadik, di depan kantor Bupati, Senin (16/11/2020)
  • Share

    BUMISULTRA

    WAKATOBI - Pelaksana jabatan sementara (PJs) Bupati Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs.Aslaman Sadik diminta tak melakukan moratorium bantuan masyarakat berdampak Covid-19. Hal itu diungkap orator aksi demonstrasi Aliasi Pemuda Bersatu (APB), Salimudin saat mediasi terbuka didepan Kantor  Bupati, Senin (16/11/2020).

    Diungkap Salimudin, PJs.Bupati, Drs.Aslaman Sadik selaku ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 berkewajiban menyalurkan bantuan kepada masyarakat sehingga tak ada kesempatan pihak lain memanfaatkan momentum Pilkada berbagi dengan alasan bantuan Covid-19.

    Seperti halnya, Samsu Umar Abdul Samiun. Ia deklarasi Paslon Haliana-Ilmiati Daud (HATI) lalu menyatakan mundur jadi tim kampanye. Selang enam hari pasca mundurnya, ia datang kembali ke Kabupaten Wakatobi membagi-bagi beras dan uang dengan dalih bantuan masyarakat berdampak Covid-19.

    Bantuan berton-ton beras disalurkan Umar Samiun, diduga kuat syarat kepentingan politik sebab disinyalir terjadi sejumlah kejanggalan. Diantaranya, saat Umar Samiun penyeberang ke Wakatobi dua (Kaledupa, Tomia dan Binongko) lewat pelabuhan Numana menumpangi KM.Nur Rizky ditemani Paslon Bupati,Haliana

    Selain itu sejumlah video beredar hebohkan jagatmaya, Umar Samiun bagi-bagi uang di pasar Sentral Wangi-Wangi Selatan diiringi teriakan nomor urut 2, nomor urut Paslon HATI.

    Tidak hanya itu, diungkap Adianto bahkan kedatangan mereka melakukan aksi demonstrasi di kantor Bupati Wakatobi guna menanyakan kelanjutan jawaban sekda selaku wakil ketua Tim Gugus, Drs.H.La Jumadin yang menjanjikan para demonstran APB menegur Umar Samiun akibat melecehkan Pemda karena bantuan disalurkan tak melalui koordinasi Tim Gugus.

    "Berdasarkan protokol kesehatan setiap menyalurkan bantuan harus izin ke gugus tugas demikian saat bagi-bagi bantuan harus sesuai protokol kesehatan. Ini sudah dijelaskan saat aksi kami pertama agar menyampaikan teguran secara tertulis dan kami datang untuk menanyakannya kembali", pintanya.

    PJs.Bupati, Drs.Aslaman Sadik menjelaskan bahwa surat teguran dimaksud belum dikeluarkan. Pemda lewat Tim Gugus baru saja menandatangani berkas himbauan agar seluruh pendonor bantuan baik secara perorangan atau perusahaan dan lembaga lebih dulu melakukan koordinasi.

    "Lewat surat himbauan.Untuk bansos kemarin dianggarkan itu sudah diberikan mudah-mudahan Covid-19 tak berdampak lagi agar ekonomi masyarakat membaik", tuturnya.

    Demonstran terus mendesak, mereka meminta PJs.Bupati memberi deadline waktu surat teguran Umar Samiun segera diterbitkan demikian bantuan agar disalurkan bagi masyarakat berdampak Covid-19, mencegah pihak lain memanfaatkan momentum Pilkada dengan dalih memberi bantuan

    "Turunkan bantuan Pemda ke masyarakat. Jangan ada ruang pihak lain memanfaatkan momentum Pilkada dengan alasan berbagi, Pemda cukup anggaran untuk itu", tambah Adianto.

    Kata dia, Pemda memiliki anggaran Covid-19 berhasil di refocusing DPRD dan Pemda oleh Bupati H.Arhawi, sebelumnya. Kisaran nilai besaran Rp.75 Milyar berhasil diketok meja sidang DPRD Kabupaten Wakatobi sehingga tak ada alasan anggaran tak cukup menyalurkan kembali bantuan.

    "Anggaran terpakai baru kisaran Rp.28 Milyar, tidak ada alasan PJs.Bupati tidak menyalurkan kemasyarkat sehingga menjadi kesempatan pihak lain membagi-bagi bantuan mengatasnamakan Covi-19", jelasnya.

    PJs.Bupati, Drs.Aslaman Sadik langsung bergegas menjawab bahwa secepatnya melakukan langkah koordinasi beberapa pihak terkait sekaligus berjanji bakal mengelurkan teguran kepada Samsu Umar Abdul Samiun, 5 hari kedepan.

    "Soal bantaun segera kami panggil kepala Badan Bencana dan Kadis Sosial untuk menyalurkan kembali bantuan jika masih ada anggaran", tutupnya.

    Amatan Bumisultra.Com, aksi massa demonstran APB terlihat tak meninggalkan kantor Bupati Wakatobi hingga jelang malam. Mereka terus mendesak PJs.Bupati mempercepat surat teguran Umar Samiun. (*)


    Penulis | La Ilu Mane