• Hadapi Ratusan Demonstran Ketua Bawaslu Wakatobi Keteteran

image_title
Ket: Ketua Bawaslu Wakatobi, La Ode Muhammad saat menghadapi orator aksi demonstrasi Aliansi Pemuda Bersatu(APB) dikantornya jalan Jendral Sudirman no.15 Kelurahan Pongo,Senin (16/11/2020)
  • Share

    BUMISULTRA

    WAKATOBI - Ketua Bawaslu Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Muhammad Arifin keteteran menjawab sejumlah pertanyaan orator aksi Aliansi Pemuda Bersatu (APB) diikuti ratusan massa demonstrasi di kantornya di perempatan jalan Jendral Sudirman no.15 Kelurahan Pongo, Senin ( 16/11/2020).

    Arifin dicecar beberapa pertanyaan mengenai tugas pengawasannya baik upaya pencegahan dan penanganan dugaan pelanggaran Pemilu kaitannya dugaan bagi-bagi uang dan beras Samsu Umar Abdul Samiun di Kabupaten Wakatobi beberapa hari lalu.

    Adinto, salah satu korlap aksi menyebut Bawaslu Wakatobi secara kelembagaan tak lagi mampu meyakinkan publik bekerja sesuai tuntutan undang-undang dan cenderung tak netral.

    Kata dia, seharusnya Bawaslu lebih independen dan mandiri dalam upaya mencegah pelanggaran Pemilu serta mampu menangani dugaan pelanggaran yang dipertontonkan Umar Samiun berupa beras berton-ton yang dibagi dalam jumlah 10 kg perorang serta uang sebesar Rp.100.000 dilakukan ditengah-tengah masyarakat

    "Kami tak mau lagi dialog, seluruh staf Bawaslu dan ketuanya keluar dari kantor Bawaslu agar kami segel karena tak mampu dipercaya menegakkan independensi secara kelembagaan,''  ancamnya.

    Meski begitu, usai dilakukan dialog panjang dan hampir ricuh saat massa aksi mendesak melakukan penyegelan kantor Bawaslu Wakatobi akhirnya sejumlah orator aksi berhasil dialog bersama ketua Bawaslu, La Ode Muhammad Arifin.

    Arifin menjelaskan langkah penanganan dugaan pelanggaran bagi-bagi beras dan uang oleh Umar Samiun lewat Bawaslu telah ditangani. Kata dia, apa yang dilakukan Bawaslu sudah dilakukan peringatan untuk penghentian bagi-bagi sehari setelah aksi demonstrasi APB, pertanggal 11 November lalu.

    "Oknum Umar Samiun sesuai video beredar bagi uang dan beras baik di pasar sentral dan pelabuhan Numana sebelum ke Wakatobi 2 (Kaledupa, Tomia dan Binongko) sudah ditindak lanjuti investigasi Bawaslu,''  ucapnya.

    Hanya saja, sesuai penanganan pihak sentra penegakkan hukum terpadu (Gakkumdu) setempat disimpulkan belum memenuhi unsur materil.

    Penjelasan Arifin sontak ditanggapi sejumlah orator aksi. Midun Samaudin menyoal langkah pencegahan lembaga itu, terkesan terjadi pembiaran sehingga tak ada upaya pencegahan bagi-bagi beras dan uang dilakukan beberapa titik lokasi baik di Pulau Wangi-Wangi hingga 3 pulau lainnya di Wakatobi dua.

    Kedua, Midun juga menyebut langkah Bawaslu bekerja kecuali ada desakan aksi. Tudingan tidak netral pun mencuat. Ia bahkan mendesak Bawaslu memperlihatkan bukti-bukti valid bahwa Bawaslu telah melakukan pekerjaannya.

    Orator lain Salimudin menyebut penegakkan undang-undang dilakukan Bawaslu sesuai pasal 101 huruf a, menjadi tanggung jawab mutlak Bawaslu diberikan oleh negara diduga telah diabaikan lembaga itu.

    "Demikian kaitannya UU No.10 Tahun 2016 Pasal 187A ayat (1) bahwa setiap orang yang dengan sengaja melakukan perbuatan melawan hukum menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya. Ini mesti Bawaslu mengkajinya dengan benar", imbuhnya.

    Setelah dicerca sejumlah pertanyaan dan tudingan tak netral. Arifin menyebut bahwa Bawaslu tak sendiri bekerja dimana Bawaslu telah merekomendasi kasus itu setelah dinyatakan memenuhi unsur materil dan formil, di Bawaslu.

    "Prosesnya kami serahkan ke kepolisian karena ini dugaan pelanggaran pidana untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut setelah rampung baru ke kejaksaan dilakukan penindakan", tambahnya lagi.

    Hanya saja massa yang tersulut emosi usai ketua Bawaslu, La Ode Muhammad Arifin dinilai tak konsisten dengan ucapannya akhirnya mendesak melakukan penyegelan.

    Amatan Bumisultra.Com, bahkan lewat aksi itu masa demonstran bersitegang dengan anggota kepolisian saat Kapolres, AKBP. Suharman Sanusi,S.Ik merasa tersinggung dengan ucapan orator, Adinto menyebut jajaran kepolisian menyaksikan pelanggaran bagi-bagi itu bahkan ikut melakukan pengawalan.

    "Mari kita pake hati dingin, saya tak marah. Demi Allah saya netral,'' ujar Kapolres Wakatobi. (*)


    Penulis | La Ilu Mane