• Bupati Wakatobi Launcing Gerakan 1000 Duta Qur'an

image_title
Ket: Bupati Kabupaten,Wakatobi,H.Arhawi
  • Share

    BUMISULTRA

    WAKATOBI - Bupati Kabupaten Wakatobi,H.Arhawi launching gerakan 1000 Duta Qur'an bertempat di Villa Nadila.Rabu (7/11/2018).  Launcing ini diselenggarakan dalam rangka menamatkan wisudawan Tahfiz Quran sebanyak 27 peserta berasal dari yayasan Amal Qur'an Ramadhani Wakatobi yang telah memiliki kemampuan hafal 1 dan 2 jus Al-Qur'an masing-masing.

    H.Arhawi sapaan akrab Bupati Wakatobi ini menyebut bahwa launcing 1000 duta Qur'an merupakan bagian program daerah dimana sejak Kabupaten Wakatobi menjadi otonom baru telah ada perda memayungi.

    Apalagi saat dirinya memimpin Kabupaten yang terkenal wisata nya ini telah di niatkan khusus membumikan Al-Quran baik melalui program dan kegiatan seperti MTQ dan setiap sekolah di Kabupaten Wakatobi sehingga tidak lagi menyewa pembaca atau penghafal Al-Qur'an.

    Ia berharap jika sebelumnya telah dilaksanakan Wisudawan di Pulau Tomia dan Wangi-Wangi selanjutnya akan diikuti pulau Kaledupa dan Binongko.

    Ia sedikit mengulas capaian Qori asal Wakatobi sejak Kabupaten itu menjadi Kabupaten Buton bahwa setiap kegiatan MTQ dan selalu menjuarai dan mewakili Kabupaten Buton. Dan menjadi aneh kata dia,setelah menjadi Kabupaten Otonom lantas belum maksimal membumikan Al-Quran.

    Masih Kata H.Arhawi, semangat Qur'ani masyarakat Wakatobi rupanya sejak dahulu dibumikan.Contoh secara pribadi, dirinya lah yang pernah membawa pelita dan kayu bakar kepada Guru ngaji agar mudah mengetahui baca Alquran.

    "Saya masih ingat, saat itu belum ada PLN.Kita datang diguru dengan semangat untuk belajar mengaji semangat inilah sebenarnya yang mendorong anak-anak kita sehingga terus-menerus menjadi perwakilan setiap event MTQ dan ini harus terus didorong", ungkapnya.

    Ia meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kabag Kesra agar serius memahami tegline daerah atau misi daerah terutama penerapan Perda nomor 14 tahun 2012 tentang bebas baca tulis Al-Qur'an khususnya kepada siswa.

    "Kita memulai untuk dorong sebelum memperkenalkan ilmu lain, Al-Qur'an lebih dulu diajarkan sehingga kedepannya baik SD dan SMP ada metode mudah untuk baca Alquran", tutupnya. (*)


    Penulis | La Ilu Mane