• Paman Tebas Ponakan, Gara-gara Cubi Ayam Saat Pesta Miras

image_title
Ket: Pelaku saat diamankan aparat
  • Share

    BUMISULTRA

    KONUT--Seorang paman di Desa Tondowatu Kecamatan Motui Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) hampir saja menewaskan keponakannya sendiri, gara-gara minuman keras menebas pakai parang sampai kritis,  Jumat (10/7/2020).

    Informasi yang dihimpun diduga gara-gara tersinggung, Bahar pamannya sendiri tega menganiaya ponakannya Sarman, dengan sebilah parang. Korban yang masih sadarkan diri pun dilarikan ke Puskesmas Matandahi dan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Konut.

    "Kami mendapat laporan dari warga telah terjadi penganiayaan dengan menggunakan sebilah parang pelaku atas nama Bahar dan korban nama Sarman di desa Tondowatu Kecamatan Motui, " ongkap POLRES Konawe Utara Kapolsek Sawa IPDA Lauhil Mahfud.

    Lanjutnya unit Reskrim dan Unit Intel dan piket Mako Sek Sawa mendatangi TKP dan langsung mengamankan tersangka di rumahnya dibantu dengan Kepala desa setempat.

    Kejadiannya berawal Pada hari Jumat tanggal 10 Juli 2020 sekitar pukul 12.30 Wita korban dan pelaku bersama 4 orang saksi sedang mengkonsumsi minuman keras jenis Jenefer sebanyak 2 botol di Rumah pak Rusdin Desa Tondowatu.

    Sambil menikmati pesta miras mereka juga mencicipi makanan ayam (Cubi-cubinya), Bahar (pelaku) sedang memakan ayam cubi-cubinya, Saharudin mengatakan hendak menumpahkan makanan ayam tersebut, namun Bahar menolak agar cubi-cubi ayam itu janhan ditumpahkan.

    "Jangan ditumpah karena bapak saya saja kalau saya sementara makan dia tidak pernah tumpah makanan saya" ucap Bahar (pelaku).

    Namun tiba-tiba Sarman (korban) yang baru muncul dari arah dapur mengambil wadah yang berisikan Cubi-cubi ayam langsung pergi menumpahkan. Bahar yang tidak tahan lihat perlakuan ponakannya telah menumpahkan makanan cubi-cubi langsung mengambil sebilah parangdari sarungnya menebas kearah kepala.

    Korban

    "Sarman datang dari dapur langsung mengambil wadah berisikan ayam langsung pergi menumpahkan makanan ayam tersebut, sehingga pelaku Bahar dengan cepat mencabut parangnya dari sarung parang yang disimpannya di pinggang sebelah kirinya dan langsung menebas korban pada bagian kepala namun korban sempat menghindar dan mengenai bahu sebelah kiri." ujar Ipda. Lauhil Mahfud Polres Konawe Utara Polsek Sawa.

    Pelaku yang terbawa emosi tak puas sudah mengenai bagian bahu, kemudian pelaku mengayunkan kembali kearah kepala korban untuk menebas kembali namun korban sempat menangkis dan mengenai antara jari telunjuk dan ibu jari tangan kanan, pelaku kembali lagi mengayunkan parangnya hendak menebas kearah Sarman, namun korban melarikan diri.

    Akibat penganiayaan tersebut korban mengalami luka robek pada bahu sebelah kiri, luka robek antara jari telunjuk dan ibu jari sebelah kanan.

    "Pasal yang di sangkakan terhadap pelaku dengan penganiayaan berat pasal 351 ayat (2) KUHP pidana ancaman hukuman 5 tahun penjara, "ucap Kapolsek Sawa.

    Langkah selanjutnya, Personil Polsek Sawa mengamankan pelaku dan barang bukti di rumah milik korban, saat dilakukan penangkapan Bahar tidak melakukan perlawanan saat itu juga Bahar telah di amankah di Polsek Sawa guna pengusutan lebih lanjut dan akan di lakukan pengawalan ke RSUD Konut untuk dilakukan Rapid tes pada pelaku penganiayaan. (*)


    Penulis | Suhardiman Sawali