• Air Keramat di Wakatobi, Diduga Mampu Mencegah Penularan Corona

image_title
Ket: Warga yang berbondong-bondong mengambil air keramat
  • Share

    BUMISULTRA

    WAKATOBI - Mimpi seorang yang belum dikenali identitasnya membuat warga Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi Sulawesi Tenggara (Sultra) berbondong-bondong 'banjiri' air keramat, Moli'i Sahatu, diyakini mampu mencegah penularan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19). Hal ini dibenarkan Darmin salah satu pengunjung ditemui ditempat itu, Jum'at (20/3/2020).

    Darmin bercerita jika dirinya juga mendengar desas-desus mimpi seorang warga bahwa seluruh orang Wakatobi berada diair Moli'i Sahatu tersebut untuk mandi agar terhindar marabahaya menyakit mewabah, virus Corona.

    "Iya saya npun dengar sehingga saya  turun untuk ikut memastikan karena informasinya setelah ada mimpi itu sejak pagi orang-orang katanya ramai kesini,'' cerita Darmin pada Bumisultra.

    Bukan hanya Darmin yang membenarkan mimpi itu, Habibi warga kelurahan Pongo ikut membenarkan. Kata dia, ia bersama kedua anak dan mertuanya ikut mengambil air setelah mandi.

    Samahalnya warga yang namanya di inisialkan N, ia menyebut informasi mimpi itu dari Warga Kelurahan Wangi-Wangi Selatan. Ia kami dengar yang mimpi disana,'' ujar N.

    Moli'i Sahatu disadur dari bahasa setempat. Air itu dalam bahasa Indonesia disebut mata air seribu. Letaknya diujung selatan Patuno Dive and Patuno Resort Wakatobi Desa Patuno Kecamatan Wangi-Wangi.

    Air ini dikeramatkan warga lantaran pernah dijadikan kunjungan beberapa artis untuk meminta keberkahan Jodoh. Hal itu pernah terjadi dimasa Kepemimpinan Ir.Hugua selaku Bupati Wakatobi.

    Diduga warga yang membanjiri salah satu mata air, Moli'i Sahatu berada persis di pinggir tebing bercampur dengan air laut tersebut karena panik usai 2 Warga Wakatobi berstatus ODP. Keduanya diketahui baru pulang dari luar negeri, Korea dan Malaysia.

    Kepala Dinas Kesehatan Wakatobi, Muliadin Anis menyebut dua warga yang masuk daftar ODP karena baru tiba dari luar negeri sehingga kedua orang tersebut masuk dalam pemantauan Dinas Kesehatan demi meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan dini terhadap penularan covid-19 meski tidak ada gejala sakit sama sekali.

    Muliadin sapaan akrab Kadis kesehatan, mengimbau kepada nasyarakat agar menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), gerakan masyarakat istirahat cukup serta mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang, agar imunitas tubuh tetap prima dan berdoa agar Wakatobi terhindar dari penularan covid-19.

    Selain itu Pemda, telah membentuk tim gugus tugas kewaspadaan dipimpin Sekda Drs.H La Jumadin sebagai penaggung Jawab. Tim ini melibatkan stakholder terkait guna menjadi upaya antisipasi pencegahan. (*)


    Penulis | La Ilu Mane