• Kemenpar Tetapkan Wisata di Konsel sebagai Penyanggah Pariwisata di Sultra

image_title
Ket: Pelatihan bagi pemilik Homestay, pengelola Desa Wisata dan Pokdarwis, 24 - 25 Oktober 2018 di Hotel Wonua Monapa. Foto : Humas Konsel
  • Share

    BUMISULTRA

    KONSEL--Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) merupakan daerah yang memiliki berbagai destinasi wisata yang tidak kalah menariknya dari wilayah lain, sebut saja Pantai Namu, Torobulu dan Pemandian Air Terjun Moramo dan lain sebagainya. Berangkat dari hal diatas Kementerian Pariwisata (Kemenpar RI) menetapkan Konsel menjadi salah satu wilayah penyanggah untuk tujuan wisata ke Provinsi Sultra, khususnya Wakatobi yang menjadi 10 objek pilihan project utama pengembangan wisata Kemenpar selain Pulau Bali.

    Penetapan tersebut terungkap saat Asdep Pengembangan SDM Pariwisata dan Hubungan Antar Lembaga (PSDMP-HAL) Kemenpar menggelar pelatihan bagi pemilik Homestay, pengelola Desa Wisata dan Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) selama 2 hari (Rabu - Kamis, 24 - 25 Oktober 2018) di Hotel Wonua Monapa - Konsel, yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas usaha masyarakat bidang pariwisata.

    Drs. Hidayat. MM, Kabid Pengembangan Masyarakat Pariwisata Kemenpar mewakili Asdep PSDMP-HAL menyampaikan, kegiatan ini merupakan program Kemenpar yang khusus menangani peningkatan SDM pengelola wisata yang bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi-potensi, pengelola serta pelaku wisata, agar mereka mendapatkan wawasan dan pencerahan ataupun pengenalan dan pemahaman bagi pengelola wisata pemula, yang baru memulai pengelolaan wisatanya khususnya di bidang homestay.

    "Saat ini Kemenpar telah dan sedang mengembangkan sektor Pariwisata se-Indonesia, khususnya 10 Destinasi Wisata prioritas di luar Pulau Bali termasuk di dalamnya Wakatobi, dan wilayah Konsel merupakan penyanggah atau pendukung pengembangan Wisata Wakatobi di Sultra," terang Hidayat.

    Selanjutnya, kata Hidayat, sasarannya adalah Desa-desa yang memiliki destinasi wisata khususnya pelaku usaha di bidang homestay salah satunya yang ada di wilayah Konsel, jadi kegiatan ini di ikuti oleh 50 peserta diantaranya 35 peserta adalah pemilik Homestay, 5 peserta pengelola desa wisata, 5 peserta pengurus Pokdarwis (kelompok sadar wisata) dan 5 peserta dari Dinas teknis.

    Hidayat juga menjelaskan bahwa kegiatan tersebut menghadirkan 2 orang Narasumber yang sudah berpengalaman di bidang pengeloaan pariwisata di indonesia yaitu Dra. Titien Soekarya, M. Si (Mantan staf ahli Menpar dan Bapak Anshori Pelaku usaha Destinasi Pariwisata Kab. Malang - Jawa Tengah yang destinasi wisatanya pernah menjuarai lomba destinasi wisata tingkat Nasional.

    "Selanjutnya kami berharap agar para pelaku pariwisata dan pejuang pejuang wisata dapat terus mengembangkan wisatannya dalam meningkatkan kunjungan wisatawan sehingga akan bertambah secara aktif dan berdampak pada peningkatan ekonomi warga disekitar destinasi wisata," jelas hidayat

    "Kegiatan ini akan terus kami lakukan, karna ini merupakan tangung jawab moril kami di Kemenpar, yang mana progressnya akan terus kami pantau, sehingga target yang telah kami tetapkan dapat terwujud dengan baik," tandasnya.

    Sedangkan, Kadis Pariwisata Konsel AB. Subair, S. Pd., M. Pd dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kejutan bagi Pemda Konsel karena rencananya kegiatan serupa akan di laksanakan pada tahun depan sesuai surat yang yang di tujukan kepada Asdep PSDMP-HAL Kemenpar RI, akan tetapi kami bersyukur ternyata kegiatannya lebih cepat dari yang kami rencanakan.

    "Jadi kegiatan ini sangat penting karna kami berharap kegiatan ini dapat merubah cara berpikir masyarakat tentang pengelolaan pariwisata yang dapat berdampak pada peningkatan roda perekonomian masyarakat," jelasnya

    "Sehingga visi misi Pemda Konsel Desa Maju Konsel hebat dapat terwujud melalui pengembangan Destinasi wisata yang ada, dan kedepan kegiatan ini akan tetap terus kami lakukan agar terwujud masyarakat yang sadar akan potensi wisata di daerahnya masing masing," pungkasnya.  (**)


    Penulis | redaksi