• Gandeng Peradi, Fasya IAIN Kendari Siap Lahirkan Advokat Profesional

image_title
Ket: Penandatanganan perjanjian kerjasama oleh Dekan Fasya Dr. Hj. Ipandang, M.Ag dan Ketua PERADI Prof Dr. Otto Hasibuan, S.H, M.M.
  • Share

    BUMISULTRA

    KENDARI - Menggandeng Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI), Fakultas Syari’ah (FASYA) IAIN Kendari dalam waktu dekat ini akan menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Melalui kerjasama tersebut, fakultas yang dipimpin Dr. Hj. Ipandang M,Ag ini siap melahirkan advokat berkualitas dan profesional.

    Kerjasama ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama oleh Dekan Fasya Dr. Hj. Ipandang, M.Ag dengan Ketua PERADI Prof Dr. Otto Hasibuan, S.H, M.M dan Sekjen PERADI H. Hermansyah Dulaimi, S.H, M.H yang diwakili oleh pengurus PERADI Sultra Dr. Arifai, S.H, M.H di Ruang Rapat Fakultas Syari'ah, Selasa (2/3/2021).

    "Kegiatan PKPA ditargetkan dapat menjadi wadah bagi alumni FASYA khususnya bagi mereka yang memiliki interest pada profesi pengacara untuk menjadi tenaga advokat yang profesional," ungkap Ipandang.

    Dia, menambahkan, target utama dalam penyelenggaraan PKPA ini adalah alumni fakultas syari’ah. Pihaknya berharap dengan terlibat dalam PKPA akan memudahkan para alumni terserap didunia kerja yang secara tidak langsung menunjukkan bahwa kualitas alumni FASYA tidak diragukan.

    Saat ini, jelasnya, FASYA tengah mempersiapkan rekrutmen atau pendaftaran peserta PKPA bertempat di gedung pelayanan administrasi. Pelaksanaan PKPA melibatkan sejumlah pakar dan praktisi bidang hukum baik dari FASYA, PERADI maupun lembaga peradilan di Sulawesi Tenggara.

    “Kita juga berkontribusi menyiapkan tenaga pengajar pada kegiatan ini sebagai wujud pengabdian FASYA terhadap peningkatan SDM Advokat. Harapan kami kegiatan ini bisa diselenggarakan minimal dua kali dalam setahun dengan target peserta minimal 20 orang per kegiatan,” tambahnya.

    Pendidikan Khusus Profesi Advokat merupakan salah satu syarat yang harus dipenuhi bagi calon advokat untuk memperoleh lisensi kepengacaraan sebagaimana yang diatur dalam Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

    Dirinya memaparkan, setelah mengikuti PKPA, calon advokat akan menjalani tahapan Ujian Kompetensi Advokat serta magang pada kantor advokat untuk memperoleh pengalaman pendampingan klien mulai dari konsultasi hukum hingga bantuan hukum di pengadilan. Apabila telah memenuhi ketentuan di atas, maka calon advokat dapat mengikuti pengangkatan dan pengambilan sumpah advokat di Pengadilan.

    "Dengan demikian, yang bersangkutan telah memiliki legalitas untuk membuka kantor advokat dan bertanggung jawab penuh atas bantuan hukum yang diberikan kepada kliennya," tutupnya. (*)


    Penulis | Septiana