• Dikmudora Verifikasi Delapan SMP Menuju PBM

image_title
Ket: Kepala SMPN 9 Kendari, Milwan (kanan) menerima kunjungan Kepala Dikmudora Kota Kendari, Makmur (tenun maron) guna memastikan persiapan jalani PBM.
  • Share

    BUMISULTRA

    KENDARI - Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dikmudora) Kendari mengusulkan delapan SMP yakni tujuh SMP Negeri dan satu swasta untuk selanjutnya menjalankan Proses Belajar Mengajar (PBM) tatap muka di sekolah dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat sesuai ketentuan yang diberikan pemerintah.

    Dari itu, Kadikmudora Kendari, Makmur, mengatakan, pihaknya melakukan verifikasi terhadap sekolah-sekolah yang dicalonkan sebagai sekolah yang siap dan mampu melaksanakan hal tersebut.

    "Hari ini, hari terakhir kami bersama Satgas Covid-19 Kota Kendari melakukan verifikasi," tuturnya saat ditemui di SMP 9 Kendari.

    Delapan sekolah yang sudah diverifikasi itu, lanjut dia, akan diajukan ke wali kota. PBM tatap muka ini, ulas Makmur, baru diperuntukan untuk jenjang SMP. Bahkan sebelum pelaksanaan, sekolah diwajibkan untuk meminta persetujuan dari orang tua.

    "Jadi, dalam hal ini tidak ada paksaan bagi orang tua siswa. Jika orang tua siswa tidak mengizinkan anaknya untuk mengikuti PBM tatap muka dan tetap ingin anaknya mendapatkan pembelajaran secara daring atau online, maka tetap kita pandu," jelas dia.

    Sedangkan, masih dia, mekanisme pembelajaran tatap muka sepenuhnya diserahkan ke pihak sekolah. Namun secara umum akan ada shif.

    Sementara, Kepsek SMPN 9 Kendari, Milwan, mengatakan, terkait persiapan pelaksanaan PBM tatap muka. Sejak awal, sejak verifikasi pertama, pihaknya sudah mempersiapkan. Mulai dari sarana pra sarana, dalam hal ini protokol kesehatan.

    "Jadi, sebelum masuk diperiksa suhu tubuh dulu, mencuci tangan, memakai masker dan tentunya di kelas atur jaraknya," ungkap Milwan.

    Mengingat jumlah siswa yang mencapai 1.193, jelas dia, pihaknya sudah mengatur shif jam belajar siswa. Artinya, siswa tidak belajar full dari Senin hingga Sabtu melainkan diselingi dengan daring di rumah.

    "Disini akan kita bagi, tiga hari tatap muka di sekolah, tiga harinya belajar daring di rumah. Kita kan ada 33 kelas, setiap kelas hanya akan diisi 17 siswa dari jumlah normal 36. Yang pasti prokes sudah maksimal. Selain diluar kelas didalam kelas juga ada tempat cuci tangan, termasuk handsanitizer," tutur Milwan.

    Bahkan, masih dia, pihaknya sudah memberikan surat persetujuan kepada orang tua siswa dan hari ini surat itu akan di kembalikan ke sekolah. Tinggal menunggu persetujuan, kalau tidak diizinkan tetap diberikan kesempatan belajar di rumah. 


    Penulis | Septiana