• Mengisi Radiator Menggunakan Air AC, Mitos atau Bukan ?

image_title
Ket: Ilustrasi Radiator Mobil
  • Share

    BUMISULTRA

    Bagi mobil fungsi komponen radiator terbilang krusial, karena bertugas untuk menjaga suhu mesin tetap terjaga. Radiator bekerja memanfaatkan cairan yang diisi ke dalamnya, biasanya menggunakan cairan pendingin khusus (coolant) atau air mineral.

    Namun, dari berbagai rumors yang berkembang menyebutkan kalau air sisa dari pendingin ruangan (AC) rumah paling cocok untuk mengisi radiator. 

    Bagi Anda pemilik mobil, tentu pernah mendengar cara ini. Sebaaimana Dikatakan Oleh Ujang, pemilik bengkel spesialis Radiator ini, Dikutip dari KompasOtomotif.com, mengatakan menggunakan air AC untuk radiator justru lebih baik ketimbang air bermineral atau coolant sekalipun.

    "Cairan ini (air AC) bahkan bisa membuat radiator tahan lama, karena air sisaan AC itu lebih alami dan bersih, beda dengan air mineral yang bisa menimbulkan kotoran seperti batu kecil. Jika coolant ada bahan pengawetnya sehingga jika dipakai dalam jangka waktu lama akan merusak radiator,”.

    Jika ingin mencoba syaratnya air sisaan AC tersebut tersimpan dalam tempat yang benar-benar bersih, karena jika tidak kotorannya akan ikut masuk ke dalam radiator.

    Pastikan juga cairan di dalam radiator yang sebelumnya sudah kosong sehingga tidak tercampur dengan air sisaan AC rumah tadi.
    “Diisi seperti biasa saja, orang-orang yang saya anjurkan pakai sisaan air AC rumah tidak pernah mengeluh apa-apa. Bahkan ini lebih baik dari coolant.

    Pakai coolant bagus juga, tapi ketika masuk tahun ke empat atau lima, radiator akan menjadi masalah,” katanya.

    Sementara itu, menurut General Manager Technical Service PT Toyota Astra Motor (TAM) Dadi Hendriadi, Seperti Di kutip KompasOtomotif.com, pada dasarnya menggunakan sisaan air AC tidak apa-apa, karena sama seperti air hasil penyulingan.

    Tapi kemungkinan bercampur dengan kotoran atau minyak-minyak yang ada di tempat AC tetap ada, karena hal seperti itu yang tidak diharapkan di sistem pendingin mesin.

    "Lagi pula mobil sekarang disarankan menggunakan coolant fluid. Sebaiknya untuk penambahan pendingin mesin menggunakan coolant fluid yang disarankan oleh pabrikan Misalnya untuk Toyota menggunakan Super Long Lifetime Coolant (SLLC)," ujar Dadi.

    sekarang tergantung dari Anda. Jika ingin mencoba disarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dulu dengan bengkel spesialis radiator terdekat dan terpercaya menurut Anda.

    Sumber : otomotif.kompas.com


    Penulis | Penulis : Aditya M