• Dampak Corona, Kuliah Online Efektifkah?

image_title
Ket: Yustika Putri
  • Share

    BUMISULTRA

    Penyebaran virus covid-19 atau virus corona di Indonesia makin meluas. Banyak berita yang kini mengabarkan bahwa banyak orang yang terkena virus ini. Mengutip dari detiknews.com bahwa saat ini sudah ada 117 orang yang terkena virus covid-19.

    Virus corona atau virus covid-19 data dari WHO adalah virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Pada manusia, beberapa coronavirus diketahui menyebabkan infeksi pernafasan mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Virus corona yang paling baru ditemukan menyebabkan penyakit coronavirus COVID-19.

    Dampak dari virus ini sangatlah banyak, termasuk dalam bidang kesehatan, ekonomi, keamanan, dan pendidikan. Selain itu, ada beberapa negara yang menyatakan lockdown (isolasi). Karena telah banyaknya korban yang berjatuhan, misal Italia.

    Di Indonesia sendiri belum ada instruksi atau tanda-tanda dari presiden akan status lockdown. Akan tetapi, telah ada instruksi dari presiden, instansi pemerintah hingga pendidikan untuk tidak melakukan aktivitas di luar rumah selama 14 hari. Oleh karena itu, banyak kantor yang mempekerjakan karyawannya di rumahnya masing-masing. Dalam bidang pendidikan, sekolah belajar di rumah, dan  kampus mengadakan perkuliahan online.

    Kuliah online ini menjadi alternatif agar proses akademik tetap berjalan. Akan muncul pertanyaan apakah kuliah online sebenarnya efektif untuk dilakukan atau tidak? Sebelum menjawab mari kita pahami dulu kelebihan dan kekurangannya.

    Untuk perkuliahan online sebenarnya sudah biasa dilakukan oleh beberapa kampus, bahkan telah ada kampus yang sudah menyediakan wadah untuk melakukan kuliah online.  Kuliah online sebenarnya mempunyai banyak keunggulan diantaranya, mengikuti perkembangan zaman yang saat ini serba canggih. Mempermudah pemberian tugas kepada mahasiswa, tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke kampus, hanya perlu standby di depan HP, waktu yang dipakai relatif singkat, dan menguntungkan bagi kaum rebahan (julukan bagi kaum milenial yang memilih untuk bersantai).

    Di sisi lain dengan banyaknya keuntungan melakukan kuliah online, terdapat juga kekurangan yang tidak bisa dihindari. Seperti tidak mendukungnya akses jaringan yang kurang memada,i kadang hilang, maupun error, masih ada dosen yang gagap teknologi, waktu yang singkat juga menjadi masalah bagi mahasiswa yang telat online dikarenakan alasan jaringan atau baru membeli paket data internet. Ada terkadang mahasiswa yang memiliki Hp atau smartphone yang tidak memadai atau mendukung dalam artian Hp jadul maupun smartphone yang akses jaringannya rusak. Selain itu, tidak adanya interaksi antara dosen dan masahasiswa yang aktif.

    Dari beberapa kelebihan dan kekurangan yang ada di atas, Sebenarnya bisa saja kuliah online berjalan dengan baik dan memiliki output yang jelas. Jika sebelumnya dilaksanakannya kuliah online dipersiapkan dengan baik, serta saat terjadi diskusi, semua yang ada aktif terlibat dalam diskusi baik itu bertanya maupun menyampaikan pendapat bahkan sekedar mengiyakan atau membenarkan pernyataan teman yang aktif. Seperti kuliah pada umumnya akan berjalan efektif jika semua turut aktif dan tidak saling “mengambil keuntungan” baik dosen maupun mahasiswa dari kuliah online ini. Misal, dosen yang lagi malas cukup memberikan tugas setelah itu selesai atau mahasiswa yang hanya menyhut hadir lalu menghilang.

    Terakhir, hal penting dalam situasi ini adalah tetap saling bekerja sama antara dosen dengan mahasiswa. Sehingga tidak terjadi misskomunikasi antara dosen dengan mahasiswa karena kejadian seperti ini lebih rentan terjadi. Selalu terjalin komunikasi antara dosen dengan keti atau ketua tingkat maupun ketua rombel. Melapor jika tidak mempunyai paket internet sehingga ketika ada yang tidak memiliki data bisa dibantu. Tapi, jangan keseringan...(*)

    Penulis : Yustika Putri, Mahasiswa Poltekkes 

     


    Penulis | redaksi