• Penanganan Covid-19 di Muna Simpang Siur, Tidak Serius!

image_title
Ket: Sarwan, Md
  • Share

    BUMISULTRA

    MUNA--Sejak diumumkannya 7 orang  pasien positif Covid 19 pada tanggal 19 April 2020 di Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sulta), Pemkab bahkan DPRD Kabupaten Muna sampai sekarang belum menggambarkan keseriusan dalam penangganan Covid 19.

    ''Hal ini bisa diliat dari kegaduhan yang terjadi antara Eksekutif dan Legislatif dengan saling menyalahkan satu sama lain yang menunjukan tidak bersinerginya diantara keduanya dalam sircuit breaking atau pemutusan mata rantai covid 19. Saling melempar tudingan yang menunjukan ketidak becusan diantara kedua lembaga ini mengambil langkah yang baik dalam penangganan covid 19 ini,'' ujar Ketua Karang Taruna Desa Waara, Sarwan Amd, pada Bumisultra, Sabtu (25/4/2020)

    Dikatakan, sekarang bukan waktunya saling menyalahkan, tapi bekerjasama untuk membantu masyarakat, bukannya membuat edukasi yang tidak baik kepada masyarakat dengan kegaduhan itu. Anggota DPRD jangan hanya sekedar menyalahkan atau mengkritik, seharusnya langsung action di lapangan bersama masyarakat.

    ''Selain itu Pemkab Muna seharusnya mempresur Setiap Pemerintah Desa lewat Dinas terkait untuk mempercepat pencairan DD/ADD Tahap I agar memaksimalkan kinerja tim satgas yang dibentuk di desa dan agar pencairan dana BLT bisa terealisasi mulai April ini sesuai dengan PERMENDES PDTT NO 6 TAHUN 2020,'' urainya.

    Tak hanya dari segi lambatnya pencairan DD /ADD di Desa dinilai Lamban, tetapi kinerja dilapangan Dari Tim Satgas dari Kabupaten terkesan Lambat pula.

    ''Banyak posko pemeriksaan yang dibangun dan sampai sekarang belum ada kegiatan di posko itu sendiri Seperti posko di Desa Waara, Kecamatan Lohia. Masyarakat melalui berbagai elemen memilih untuk bekerja sesuai inisiatif sendiri dibanding menunggu kinerja Satgas yang dibentuk di Kabupaten yang terkesan simpang siur,'' katanya. (*)


    Penulis | Redaksi