• Gagas Nusantara: Langkah KLHK Lakukan Percepatan Rehabilitasi Mangrove Sudah Tepat

image_title
Ket: Pohon Mangrove yang berada dipesisir Sungai
  • Share

    BUMISULTRA

    JAKARTA-Hadirnya Hutan mangrove mampu menjadi pelindung pesisir pantai dari abrasi serta mengurai terjadinya bencana alam seperti tsunami. Namun dalam beberapa dekade ini sekitar setengah juta hektar lahan mangrove atau hutan bakau mengalami kerusakaan. Hal tersebut telah menjadi perhatian dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk melakukan percepatan rehabilitasi mangrove Nasional.

    Menyikapi hal tersebut, Ketua Bidang Maritim Gagas Nusantara, Akril Abdillah, mendukung program percepatan rehabilitasi mangrove nasional seluas 630.000 hektar yang tersebar di sembilan provinsi hingga tahun 2024, pasalnya jumlah kerusakan tersebut sudah mencapai sekira 18 persen dari total 3 juta hektare hutan bakau yang ada saat ini.

    "Langkah pemerintah dalam melakukan percepatan rehabilitasi mangrove sudah sangat tepat dan harus di dukungan oleh seluruh komponen masyarakat agar hal tersebut bisa berjalan sesuai ekspektasi," ucapnya, Senin (10/02/2022)

    Pria yang kerap disapa Akril ini mengatakan, Pohon bakau juga berperan besar dalam mengendalikan perubahan iklim melalui kemampuan dalam menyimpan dan menyerap karbon 4-5 kali lebih banyak dari hutan tropis daratan, seluruh keunggulan ekosistem mangrove tersebut menjadi pertimbangan penting yang menyatu dengan upaya menjaga kestabilan tata kelola bentang alam dan perbaikan mutu lingkungan.

    "Mangrove berguna untuk mempertahankan kestabilan bentang alam melalui salah satunya pengendalian abrasi laut dan mereduksi dampak dari bencana tsunami," Ujarnya

    Alumni Universitas Jayabaya  menambahkan, Bahwa rehabilitasi pohon bakau atau mangrove memiliki peran penting untuk menjaga kedaulatan ekonomi serta keutuhan Negara Indonesia, pasalnya wilayah hotel mangrove yang terbentang di pesisir-pesisir laut adalah titik pangkal terluar untuk batas laut teritorial, zona ekonomi eksklusif dan landasan kontingen Indonesia yang berbatasan wilayah laut dengan negara lain.

    Perbaikan ekosistem mangrove secara parallel melalui rehabilitas akan memperkuat sosial ekonomi masyarakat, serta mendorong pembangunan hijau melalui green economy dan peningkatan ekonomi wilayah pesisir melalui program Blue Economy (Ekonomi Biru).

    “Ekosistem mangrove memiliki banyak manfaat, diantaranya Mangrove dapat menjadi lahan budidaya ikan, kepiting, udang melalui pola silvofishery, pengolahan produk mangrove non-kayu, serta wisata alam juga memperkuat pengembangan kawasan industri hijau." tandasnya. (*)


    Penulis | Ali Once

















Berita Populer


VIDEO