• Kejari Kolut Musnahkan Barang Bukti 37 Perkara Tindak Pidana Umum

image_title
Ket: Pemusnahaan barang bukti hasil beberapa perkara tindak pidana umum yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLUT  – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra) memusnahkan barang bukti (BB) hasil beberapa perkara tindak pidana umum yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap atau inkracht dari pengadilan.

    Selain Kajari, Teguh Imanto, SH.M.hum Hadir dalam proses Pemusnahan BB yang dilaksanakan secara simbolis di halaman Kantor Kejari Kolut tersebut, wakil Bupati Kolut, H.Abbas  Kapolres, AKBP Moh.Yosa Hadi, SIK. Ketua DPRD, Buhari, ketua Pengadilan Negeri (PN)dan (PA) Danramil 1412 Kolaka utara, Kapten inf. Hamka, Asisten lll, direktur RSUD Djafar Harun Lasusua serta beberapa kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup pemda setempat.

    Kepala Kejari Kolut, Teguh Imanto, mengatakan barang yang dimusnahkan itu merupakan BB dari 37 perkara tindak pidana umum, sepanjang tahun 2020 hingga 2021 yang telah inkracht. Beberapa perkara yang dimaksud yakni penyalagunaan narkotika, senjata Api/ tajam, elektronik dan beberapa kasus pidum lainnya.

    “Total keseluruhan Barang Bukti yang di musnahkan dari 37 perkara yang telah melalui proses pengadilan atau mendapat kekuatan hukum tetap, yakni dua senjata api beserta amunisinya,  60,72 gram Sabu - sabu beserta alat hisap dan henfon, 25 kg bom ikan," kata Teguh. Kamis (2/12/2021)

    Ia juga menjelaskan, pemusnahan tersebut mengacu pada pasal 270 KUHAP dimana, tugas dan wewenang kejaksaan di bidang pidana umum sebagaimana yang diamanatkan pada pasal 30 ayat (1) huruf b, Undang-undang Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan RI.

    “Barang bukti yang di peroleh dari hasil kejahatan yang sudah memiliki kekuatan hukum tetap atau inkracht jaksa yang di beri kewenangan untuk melakukan eksekusi atau pemusnahan,” ungkapnya.

    Sementara ditempat yang sama, Wakil Bupati Kolut, H.Abbas SE, yang menyaksikan pemusnahan barang bukti itu mengatakan, tindak kejahatan di daerah Kabupaten Kolaka Utara, yang dipimpinnya bisa semakin berkurang. Salah satunya peredaran maupun penyalahgunaan narkoba yang dilakukan oleh orang-orang tidak bertanggung jawab, ke depan agar bisa diminimalisir.

    "Tentunya, kami dari Pemda Kolut sangat mengapresiasi kepada pihak kejaksaan atas pemusnahan barang bukti dari hasil kejahatan yang mengangu ketentraman masyarakat di wilayah ini,"ungkapnya.

    Mantan Legislator senior dari Partai PKB ini juga menyebut bahwa, Kabupaten Kolaka Utara berada di ujung Gerbang perbatasan antara Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Provinsi Sulawesi Selatan (Sul - Sel), baik lintasan jalan darat trans Sulawesi maupun lintas penyeberangan Tobaku - Siwa. Sehingga, tidak tertutup kemungkinan ada orang - orang tertentu memanfaatkan situasi melakukan tindak pidana umum termasuk pengedaran barang terlarang. 

    "Sebagai pemerintah, saya mengapresiasi kepada pihak berwenang atas temuan barang bukti dari tindak pidana umum, sehingga pihak kejaksaan melakukan pemusnahan," pungkasnya. (*)


    Penulis | Bahar

















Berita Populer


VIDEO