• Terdakwa Pembunuh Sadis di Kolut, JPU Tuntut 10 Tahun Penjara

image_title
Ket: Teguh Imanto SH. M Hum
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLUT  – Rusman (34) pembunuh istrinya sendiri bernama Fitriani (29) yang terjadi dikediamanya  pada hari jumat (27/8/2021) lalu, di desa ujung Tobaku kecamatan Katoi akhirnya, dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka Utara (Kolut) selama 10 tahun penjara.

    Dalam Tuntutan JPU tersebut dibacakan dalam persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Lasusua, Selasa (30/11/2021)kemarin, dengan agenda pembacaan tuntutan Jaksa.

    Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kolut, Teguh Imanto SH. M Hum, mengungkapkan bahwa, tuntutan 10 tahun penjara oleh JPU  kepada terdakwa Rusman, telah sesuai dengan fakta persidangan.

    Dikatakan Teguh Imanto, dalam proses dipersidangan, JPU menemukan adanya  fakta-fakta yang memberatkan serta  meringankan terdakwa. Dimana,  Fakta yang meringankan terdakwa, adalah, terdakwa tersebut, secara kooperatif menjelaskan secara detail atas  perbuatannya yang dilakukan di depan persidangan dengan bahasa tidak berbelit-belit, dan juga terdakwa, bukan merupakan seorang residivis.

    "Terdakwa menjelaskan didepan persidangan bahwa, ia mengakui perbuatanya,"ujar Kajari.

    Selain menjadi pertimbangan yang meringankan Terdakwa Kata Teguh Imanto,  adalah kondisi keluarga terdakwa yang saat ini masih memiliki dua anak yang masih usai balita.Dimana, kedua anak terdakwa masih sangat membutuhkan kasih sayang seorang ayah.

    Lebih lanjut kata Kajari,Dalam materi dakwaan JPU yang dibacakan pada persidangan sebelumnya, terdakwa  melanggar pasal 44 ayat (3) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dengan ancaman pidana 15 tahun penjara.

    “Karena kasus ini terjadi dalam lingkup keluarga dan tinggal dalam satu rumah, maka kami dakwakan dengan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah tangga,” ungkapnya.

    Diberitakan sebelumnya, dalam kasus pembunuhan ini, berawal dari ditemukannya sepasang suami istri yang tergeletak bersimbah darah di dalam kamar pribadi tidurnya. Saat ditemukan, sang istri Fitriani  dalam kondisi sudah tidak bernyawa, dengan beberapa luka tusukan benda tajam di bagian leher dan perut.

    Sementara Rusman,suami Fitriani  ditemukan dalam keadaan kritis, dengan lima luka tusukan benda tajam di bagian perut dan paha, Namun nyawa Rusman bisa diselamatkan, setelah dilarikan ke rumah sakit Lasusua untuk mendapatkan perawatan medis secara intensif.

    Namun hanya beberapa hari dalam penyidikan, pihak aparat akhirnya berhasil mengungkap identitas pembunuh guru TK, yang tak lain adalah suaminya sendiri. Setelah menghabisi nyawa istrinya, pelaku Rusman kemudian mencoba menghabisi nyawanya sendiri. (*).


    Penulis | Bahar

















Berita Populer


VIDEO