• Pengelola STAI Wakatobi Didesak Tunjukkan Statuta Kampus

image_title
Ket: Salah satu orator aksi bersitegang kesejumlah anggota Menwa STAI Wakatobi pada Kamis (25/11/2021)
  • Share

    BUMISULTRA

    WAKATOBI - - Aksi demonstrasi mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wakatobi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali terjadi. Kali ini, pihak pengelola didesak menunjukkan Statuta kampus. Kamis (25/11/2021)

    Adalah Dinul Cahyawan. Orator aksi merupakan salah satu mahasiswa STAI jurusan Tarbiyah menyebut pihak kampus selama ini tak terbuka kepada mahasiswa terutama berkenaan dengan aturan main dikampusnya.

    "Sudah sejak 2 tahun lalu mahasiswa meminta statuta kampus guna melihat keabsahan kampus STAI Wakatobi serta aturan main didalamnya", ucap Dinul sapaan akrab Dinul Cahyawan

    Hal itu penting, Statuta perguruan tinggi swasta (PTS) merupakan peraturan dasar pengelolaan perguruan tinggi swasta yang akan digunakan sebagai landasan penyusunan peraturan dan prosedur operasional di masing-masing PTS.

    Mengenai fungsinya, sesuai Permendikbud Nomor 139 Tahun 2014 disebutkan, Pasal 2 ayat 1 bahwa setiap perguruan tinggi wajib memiliki statuta sebagai peraturan dasar dalam pengelolaan dan penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi.

    Demikian dijelaskan pada ayat 4 dijelaskan pula Statuta perguruan tinggi ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

    Kekhawatiran sejumlah mahasiswa atas ketidakterbukaan pihak pengelola diduga kuat jika Statuta kampus STAI Wakatobi tidak ada sehingga sejumlah mahasiswa selain diperhambat saat ujian akhir juga mengenai lembaga kemahasiswaan hanya menjadi lambang dikampusnya.

    "BEM dan Menwa dikampus ini hanya lambang, mereka tidak tahu fungsinya sama sekali sebab tidak memiliki pedoman dalam organisasi sebagaimana perguruan tinggi lain di Indonesia", tambahnya.

    Parahnya, kata Dinul, para mahasiswa STAI Wakatobi jika melakukan aksi solidaritas kemanusian diluar aktifitas kampus, selain dicemooh juga terkesan dikekang.

    "Setiap aksi kemanusian selalu dilarang pihak kampus sehingga penting bagi kami diperlihatkan Statuta agar bisa kami tahu aturan main di kampus kami sendiri", tambahnya.

    Saat dikonfirmasi sejumlah dosen dikampus STAI Wakatobi enggan komentar. "Coba saya lihat ID cardnya, oh ini tidak ada nomor ID Card," ucap salah satu dosen STAI yang enggan menyebut namanya kepada Wartawan Suryametro.Id.

    Persoalan STAI Wakatobi bukan pertama kali terjadi. Kurun waktu 2017, tercatat aksi serupa digelar secara berturut-turut usai 2 mahasiswa dikampus itu mengalami luka lebam di wajah setelah dikeroyok sesama mahasiswa yang pro terhadap pihak kampus.

    Belakangan diketahui jika tindakan protes dilakukan guna menolak pemilihan BEM secara aklamasi oleh pihak kampus STAI Wakatobi yang dianggap tak sesuai mekanisme. (*)


    Penulis | La Ilu Mane










































VIDEO