• Empat Figur Kader Golkar Wakatobi Nyatakan Kesiapan Bertarung Pilkada 2024

image_title
Ket: Empat Figur Kader Golkar Wakatobi Nyatakan Kesiapan Bertarung Pilkada 2024
  • Share

    BUMISULTRA

    WAKATOBI - Dari 4 figur kader terbaik Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Wakatobi nyatakan kesiapan bertarung Pilkada serentak 2024 mendatang. Hal ini diungkap ketua DPD II, H.Arhawi usai menggelar Rakerda dan Rapimda di Aula Dasita Resort pada Minggu (17/10/2021).

    Diantaranya H.Arhawi selaku ketua DPD II disusul H.Hamirudin yang masih aktif menjabat ketua DPRD Wakatobi dan Muh.Ali selaku ketua Fraksi Partai Golkar serta Safia Wualo kader, anggota DPRD 2 periode sekaligus salah satu perwakilan gender Partai Golkar.

    Kata H.Arhawi, kader terbaik partai Golkar memiliki kesempatan yang sama untuk maju dalam perhelatan momentum politik 5 tahun itu sebagai kandidat kepala daerah.

    Hal itu tentu dengan asumsi berbagai pertimbangan internal partai apalagi dirinya tepat tahun 2024 mendatang telah memasuki umur matang di Partai

    "2024 itu, saya sudah 60 tahun. Kalau ASN pastinya sudah pensiun sehingga perlu di ingat kader partai Golkar memahami bahwa dengan lahirnya beberapa kader yang memiliki kesiapan yang harus didorong maju Pilkada tentu ini yang menjadi salah satu komitmen internal Golkar", bebernya.

    Lahirnya beberapa figur yang telah direkomendasi lewat Rakerda dan Rapimda. Ia tentu tidak akan melepas tanggungjawab moril jika sewaktu-waktu ada kader partai terpilih selain dirinya.

    "Saya memiliki tekad bahwa Golkar ini adalah bagian dan tanggung jawab saya. Olehkarena itu, siapapun diutus nantinya maka saya tetap dibelakang mereka semua",akunya.

    Ia mengambil contoh konkrit kala perhelatan Pilcaleg 2019 lalu, dimana partai Golkar Wakatobi mampu memberikan kontribusi dengan mengutus 9 kursi perwakilan mengalahkan PDI-Perjuangan yang hanya mampu mengorbitkan 5 kursi perwakilan dari 8 kursi anggota,sebelumnya.

    "Perwakilan partai Golkar minimal 9 kursi tetap kita pertahankan dan kalau boleh jika ada kesiapan bukan mustahil kita tak mampu raih 10 - 11 kursi",yakinnya.

    Kurun waktu 3 tahun lamanya. Semua kader berkesempatan pula melakukan konsolidasi dan sosialisasi untuk diperkenalkan sekaligus diharapkan mendapat simpati masyarakat sehingga bisa berkompetisi jika sewaktu-waktu final ditunjuk DPP

    "Tetapi jika dari beberapa rekomendasi ini nantinya tak mampu mendobrak elektabilitas maka insyaallah jika saya diminta untuk maju kembali maka tidak menutup kemungkinan akan tampil jadi kandidat kepala daerah 2024 mendatang",urainya

    H.Hamirudin menyebut hasil Rakerda dan Rapimda internal partai Golkar yang telah memberi kepercayaan dirinya untuk berkompetisi juga menjadi dasar menyatakan kesiapan

    Demikian diungkap Muhammad Ali bahwa rekomendasi tersebut adalah amanah maka tentunya selaku kader tak ada alasan untuk menyatakan ketidaksiapan.

    "Saya secara pribadi menyampaikan terimakasih. Dan tentu mulai bulan ini akan kerja-kerja politik atas amanah itu", imbuhnya.

    Kendati, rekomendasi tidak bersifat final sebab masih ada mekanisme partai dalam proses pencalonan tetapi setiap kader yang tercantum namanya memiliki kewajiban moral, konstitusi serta kewajiban politik agar melakukan kerja-kerja politik.

    Senada diungkap Safia Wualo. Secara pribadi, ia sangat menghargai putusan Rapimda dan Rakerda untuk menyatakan kesiapan maju memperjuangkan kesetaraan gender.

    Sementara itu, Sekretaris DPD 1 Golkar Propinsi Sultra, Muhammad Basri menyebut rekomendasi baik Rakerda maupun Rapimda merupakan keputusan setingkat dibawah putusan Musda sehingga patut laksanakan.

    "Bagi siapapun yang menyatakan maju tentu ada mekanisme partai yang telah di atur dalam Juklak DPP yakni melalui proses mekanisme survey sehingga dari 4 kader terbaik nantinya DPP akan menurunkan surveyor menjaring kader terbaik yang memiliki elektabilitas tertinggi barulah DPP menetapkan figur kandidat terpilih", tutupnya. (*)


    Penulis | La Ilu Mane










































VIDEO