• Kenaikan Harga Ikan Segar Picu Inflasi di Sultra

image_title
Ket: Bincang Bersama Media (BBM) secara virtual, Jumat (27/8/2021)
  • Share

    BUMISULTRA

    KENDARI - Peningkatan harga komoditas ikan segar menjadi penyebab meningkatnya tekanan inflasi pada Juli 2021 di Sulawesi Tenggara (Sultra).

    Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sultra, Bimo Epyanto, memaparkan, inflasi tercatat sebesar 0,75 persen (mtm) atau lebih tinggi dibandingkan periode sebelumnya yang tercatat sebesar 0,10 persen (mtm). Meski demikian, inflasi tahunan Sultra masih cukup terkendali, yakni sebesar 2,40 persen (yoy).

    "Peningkatan harga komoditas ikan segar terjadi seiring dengan penurunan aktivitas nelayan," jelasnya.

    Selain ikan segar, lanjut dia, peningkatan harga sayuran seiring penurunan produksi juga menjadi pendorong terjadinya inflasi. Menurutnya, komoditas yang memberikan sumbangan inflasi antara lain ikan teri, ikan cakalang, ikan layang, ikan kembung, cabai rawit dan kangkung.

    Bimo dalam acara Bincang Bersama Media (BBM) secara virtual, Jumat (27/8/2021) menambahkan, adapun komoditas yang memberikan sumbangan deflasi antara lain cumi-cumi, mobil, pisang, mainan anak, wortel, pasir, ikan baronang, emas perhiasan serta telepon seluler.

    "Inflasi Sultra pada keseluruhan tahun diperkirakan akan tetap berada dalam range sasaran inflasi nasional sebesar antara 3,0 sampai 1 persen (yoy)," pungkasnya. (*)


    Penulis | Septiana
































VIDEO