• Apkasi Dorong Daerah Manfaatkan Ekspor Komoditas Pertanian di Masa Pandemi

image_title
Ket: Sekjen Apkasi Adnan Purichta Ichsan pada acara Webinar bertema “Peluang dan Tantangan Ekspor Komoditas Pertanian Daerah”, diikuti 120 peserta.
  • Share

    BUMISULTRA

    JAKARTA- Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) mengajak daerah tetap optimis, dan memanfaatkan peluang ekspor komoditi pertanian ditengah situasi pandemi Covid-19.

    Sekretaris Jenderal Apkasi Adnan Purichta Ichsan melalui Webinar bertema “Peluang dan Tantangan Ekspor Komoditas Pertanian Daerah”, Selasa (27/07/2021) diikuti 120 peserta, mengajak anggota Apkasi untuk tetap bersemangat, berpikir positif dan produktif meski ditengah situasi pandemi yang penuh dengan pembatasan.

    “Saat itu Pak Menteri Pertanian menyatakan akan memfasilitasi anggota Apkasi yang mengalami kendala dalam mengekspor komoditi pertanian. Bahkan beliau “menantang” kita semua di saat pandemi ini bisa memanfaatkan peluang ekspor komoditi pertanian, dan menjadikan pertanian sebagai salah satu solusi peningkatan perekonomian daerah dengan memberikan kemudahan-kemudahan,” kata Bupati Gowa Sulawesi Selatan ini.

    Sekretaris Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan Apkasi Thoriqul Haq, selalu moderator mengatakan, peluang ekspor komoditi pertanian daerah merupakan potensi kongkrit yang bisa dihadirkan dan bisa mendongkrak perekonomian daerah, serta nasional.

    Menurut Bupati Lumajang ini, Pemkab banyak memiliki program pertanian yang bagus, tapi untuk memasarkan ke pasar yang lebih luas masih menghadapi banyak kendala. Namun disaat masa panen berbarengan harga menjadi turun dan kualitaspun juga turun. Imbasnya tidak bisa memenuhi standar sebagai komoditas ekspor. Inilah yang menjadi hambatan sekaligus peluang bagaimana Apkasi duduk bersama untuk mencari solusinya.

    CEO PT ASYX Indonesia Lishia Erza selalu pemateri, mengajak Pemkab untuk bisa memetakan data-data penting terkait komoditas unggulan apa saja yang ada di tiap-tiap daerah, berapa kapasitasnya, bagaimana tipe dan skala pelaku usahanya.

    “Misalnya saat ini kita melihat bagaimana eforia tanaman porang Indonesia sedang naik daun. Tapi jangan kaget kalau di pasar internasional, Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang memiliki keuanggulan saja. Ada Vietnam dan Thailand yang telah mengembangkan porang dengan kualitas sangat baik. Nah pemerintah kabupaten harusnya bisa hadir untuk mengedukasi para petani, tidak hanya mengenai peluang-peluang ekspornya saja, tapi bagaimana situasi pasar global harusnya menjadi pemahaman yang tidak terpisahkan,” kata Lishia.

    Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menegaskan, sektor pertanian patut disyukuri sebab di masa pandemi tidak terlalu terpengaruh. Saat ini mereka memiliki beberapa produk pertanian yang sudah berhasil melakukan ekspor, diantaranya jagung, kelapa, aren dan pisang. Dia mendorong peran Apkasi bisa ditingkatkan untuk bisa menjadi wadah pusat data ekspor nasional.

    “Kami ingin memberikan masukan, subsidi yang diberikan Kementerian Pertanian yang terpusat pada masalah bibit dan pupuk, hendaknya bisa dialihkan kebentuk lain, misalnya teknologi atau pengadaan mesin-mesin pertanian. Ini lebih bermanfaat bagi daerah, karena kalau masalah bibit dan pupuk relatif sudah terselesaikan dengan adanya fasilitas kredit usaha rakyat,” kata Nelson.

    Sementara itu Bupati Tapanuli Utara Nikson H Nababan mengusulkan melalui Apkasi, bisa dibentuk lembaga independen yang bisa menilai hasil bumi para petani. Kalau semua terpusat dari pendapat orang luar dan tidak ada keterlibatan pemerintah untuk mengendalikannya, sampai kapanpun petani akan dipermainkan. (*)


    Penulis | Armin Arsyad
































VIDEO