• Mansiral Usman : Covid-19 Nyata dan Sangat Menyakitkan

image_title
Ket: Mansiral Usman
  • Share

    BUMISULTRA

    Masih ada masyarakat Indonesia yang tidak percaya keberadaan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Namun ketika penyakit itu menyerangnya, disaat itu baru sadar kalau Covid-19 benar-benar nyata.

    Seperti halnya terjadi pada wartawan harian Berita Kota Kendari yang bertugas di kabupaten Kolaka Utara (Kolut), merasakan begitu sakit ketika dia terpapar virus corona. Pada hal sebelumnya dia tidak mempercayai keberadaan Covid-19 dan dianggap angin lalu.

    "Saya dulu tidak percaya adanya Covid-19. Tapi ternyata penyakit ini nyata dan sangat menyakitkan. Dia menyerang kepala, makan tidak bisa dan badan seperti lumpuh," kata Mansiral Usman melalui telepon selulernya, Selasa (15/06/2021).

    Saat ini Luis panggilan akrab Mansiral, masih terbaring di Rumah Sakit Harun Ja'far Kolut dan sementara menjalani perawatan. Awalnya Luis tidak menyadari kalau dirinya sudah terpapar Covid-19. Dirasakan hanya gejalah influenza biasa, termasuk demam selama 4 hari.

    Namun setelah demam 4 hari, tiba-tiba indra penciumannya dan rasa hilang, disertai demam tinggi, sakit pada ulu hati dan badan terasa lumpuh, ditambah semua makanan tidak bisa ditelan dan selalu mual. Dengan kondisi ini, keluarganya membawanya ke Rumah Sakit untuk mendapat tindakan medis.

    "Hari Senin, 7 Juni saya dilarikan ke rumah sakit Ja'far Harun dan ketika di rafid tes hasilnya positif dan dirawat selama 4 hari. Yang saya rasa sakit sekali dibagian ulu hati," ungkapnya.

    Berbagai informasi yang belum jelas faktanya diterima oleh Luis supaya bisa segera sembuh dari penyakit tersebut, diantaranya penyakit Covid-19 bisa sembuh ketika mandi dengan air laut, sehingga dia meminta untuk melakukan perawatan dengan cara isolasi mandiri dan hal itu dikabulkan oleh pihak RS. Namun informasi mandi di air laut ternyata tidak bisa menyembuhkan penyakitnya, sehingga setelah 2 hari melakukan isolasi mandiri, dia merasakan sakit yang luar biasa, sehingga Minggu, (13/06/2021) terpaksa kembali dilarikan di ruang isolasi RS Ja'far Harun sampai saat ini.

    Dengan pengalaman yang dirasakan oleh Luis, dimana saat ini masih berjuang melawan virus corona, dia meminta kepada rekan se-profesinya untuk tidak menganggap remeh Covid-19, tetapi hendaknya selalu waspada dalam melakukan kegiatan peliputan, sehingga tidak terpapar virus seperti dirinya.

    "Mohon teman-teman, jangan menganggap bahwa Covid-19 itu tidak menyakitkan. Luar biasa menyakitkan, apalagi saya ada riwayat Maag. Inilah yang membuat sangat menyakitkan. Sakitnya luar biasa kalau ada penyakit bawaan," ungkapnya.

    Tak lupa Luis menghimbau masyarakat bahwa wabah Covid-19 masih mengancam setiap orang. Karena itu, hendaknya mematuhi himbauan pemerintah, terutama menjaga protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

    "Terutama jangan berkumpul tanpa memakai masker, Covid-19 ini sangat menyakitkan dan berbahaya. Ikuti arahan pemerintah untuk mengikut program vaksinasi," harap Luis.

    Informasi terpaparnya Mansiral Usman oleh virus Covid-19 mendapat perhatian wartawan yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Bahkan ketua PWI Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Sarjono, selain meminta kepada Mansiral Usman untuk banyak istirahat dan berdoa semoga cepat sembuh, juga menghimbau pada semua Anggota PWI Kolaka dalam melakukan aktivitas jurnalistik, untuk selalu mematuhi protokol kesehatan, khususnya melakukan vaksin.

    "Benar, saya juga dengar cerita dari seorang teman yang berprofesi dokter dan pernah terpapar Covid-19. Minta ampun sakitnya. Semoga kita semua terhindar dari penyakit itu," harapnya. (**)

    Penulis Armin Arsyad


    Penulis | Armin Arsyad






















VIDEO