• Menekan Kasus Covid-19, IAIN Kendari Tuntaskan Vaksinasi Tahap II

image_title
Ket: Vaksinasi pada dosen IAIN
  • Share

    BUMISULTRA

    KENDARI - Menekan angka kasus pandemi Covid-19 di Indonesia, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari memberikan vaksinasi Covid-19 kepada dosen dan pegawai. Vaksinasi yang dilakukan sudah pada tahap II yang dilaksanakan selama dua hari, 4 Juni dan 8 Juni 2021 di Aula Perpustakaan IAIN Kendari diikuti oleh 201 orang.

    Rektor IAIN Kendari Prof. Dr. Faizah Binti Awad, M.Pd mengaskan, vaksinasi ini diharapkan dapat membantu menekan angka kasus pandemi Covid-19 di Indonesia.

    “Vaksinasi merupakan salah satu bentuk ikhtiar kami dalam mendukung percepatan vaksinasi nasional sebagai upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran virus Covid-19,” ungkapnya.

    Sebelumnya, sambungnya, IAIN Kendari telah menggelar kegiatan vaksinasi tahap pertama tanpa keluhan efek samping yang serius dari para penerima vaksin Sinovac ini. Oleh karena itu, peserta sangat antusias mengikuti tahapan vaksin kedua.

    Ketua Satgas Covid-19 IAIN Kendari, Amari, M.A.P menyebutkan, angka partisipasi vaksinasi Covid-19 di IAIN Kendari cukup tinggi. Hal ini menunjukkan tingkat kesadaran dosen dan pegawai terhadap manfaat vaksinasi sangat baik.

    "Kami telah melakukan sosialisasi dan edukasi kepada ASN agar tidak terprovokasi dengan isu-isu negatif tentang vaksin. Alhamdulillah sebagian besar sudah mendapatkan vaksinasi baik di dalam maupun di luar kampus terutama bagi ASN yang tengah menjalani tugas belajar dan mengikuti kegiatan eksternal lainnya," terang Amari.

    Sementara itu, salah seorang tenaga kesehatan yang bertugas melakukan screening kesehatan, dr. Akbar Khan menjelaskan mengenai tujuan dilakukannya vaksinasi Covid-19 sebanyak dua tahap.

    “Vaksin akan lebih efektif ketika sudah diberikan dua kali. Dosis pertama bertujuan mengenal virus pada tubuh penerima vaksin sehingga memicu respon sistem kekebalan. Dosis kedua sebagai booster yang akan menguatkan respon imun yang telah terbentuk sebelumnya sehingga tubuh menjadi lebih siap ketika ada virus yang masuk,” jelasnya.

    dr. Akbar menambahkan, meskipun vaksin telah diberikan resiko terpapar Covid-19 masih ada tetapi dengan gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan orang yang belum menerima vaksin Covid-19. Dia juga mengingatkan agar seluruh dosen dan pegawai tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kebugaran tubuh.

    Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi seluruh tenaga dosen dan tenaga kependidikan di Perguruan Tinggi termasuk IAIN Kendari merujuk pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 2020 Tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid- 19).
    Vaksinasi Covid-19 ini merupakan hasil kerjasama antara pihak satgas Covid-19 IAIN Kendari dengan Dinas Kesehatan Kota Kendari.

    Dinkes telah menunjuk tenaga kesehatan pada RS Dewi Sartika sebagai vaksinator tahap I dan II yang diberikan secara gratis kepada Dosen dan Tenaga Kependidikan selaku pelayan publik.


    Penulis | Septiana






























VIDEO