• Front Kolaka Menggugat Desak Pembubaran Komite CSR Vale

image_title
Ket: Massa yang mengatasnamakan Front Kolaka Menggugat menggelar aksi menuntut dibubarkan Komite CSR PT Vale Indonesia
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLAKA- Gabungan beberapa lembaga yang tergabung dalam Front Kolaka Menguggat (FKM) menggelar aksi, mendesak pembubaran komite CSR PT Vale yang dinilai tidak memiliki legal standing, Senin (07/06/2021).

    Ketua DPD PEKAT IB Kolaka Dudi Haerudin selaku jenderal lapangan, dalam orasinya didepan kantor Pemda Kolaka dan DPRD mengungkapkan, Corporate Social Responsibility (CSR) adalah suatu konsep atau tindakan yang dilakukan oleh perusahaan sebagai rasa tanggung jawab perusahaan terhadap sosial, maupun lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada. Namun kehadiran komite CSR dinilai menghianati kepentingan masyarakat.

    Dudi menegaskan, terbentuk komite CSR PT Vale Indonesia di Kabupaten Kolaka, diduga tidak memiliki legal standing, dimana didalamnya ada unsur ASN yang terlibat. Selain itu, diduga PT Vale telah menganggarkan dananya yang membentuk lembaga baru, tidak sesuai dengan Perda, serta tidak adanya keterbukaan informasi sebagaimana amanat UU Nomor 14 Tahun 2008, tentang keterbukaan informasi publik.

    Karena itu, Ketua Gapensi Kolaka Ivan Boneparte selaku juru bicara FKM, dihadapan Ketua dan anggota DPRD Kolaka yang menemui mereka didepan kantor DPRD Kolaka menyampaikan 3 tuntutan mereka, yakni pertama bubarkan Komite CSR PT Vale Indonesia, kedua hentikan secara paksa 13 kegiatan yang diduga bersumber dari dana CSR PT Vale Indonesia sebesar RP 9 Milyar, ketiga mendesak DPRD Kolaka untuk mengeluarkan hak interpelasi terkait tata kelolah dana CSR PT VALE Kabupaten Kolaka pada tahun 2021.

    "Jika tuntutan kami tidak diindahkan, maka kami akan terus melakukan aksi demonstrasi sampai tuntutan kami dapat terealisasi," tegasnya.

    Terhadap aksi FKM, Ketua DPRD Kolaka Syaifullah Halik mengungkapkan, pihak DPRD Kolaka segera menyikasi aksi mereka, sebab persoalan komite dan CSR PT Vale dalam beberapa bulan terakhir selalu disuarakan. Karena itu, pihaknya segera melakukan pertemuan untuk menyikapi tuntutan FKM.

    "Ini persoalan melibatkan banyak orang. Karena itu akan dipertemukan semua supaya persoalannya terang benderang. Secepatnya kami akan mengagendakan pertemuan dihadiri PT Vale. Kita berharap minggu ini dilakukan pertemuan," janji Ketua DPRD Kolaka.

    Menyikapi pernyataan ketua DPRD, Ivan Boneparte meminta supaya DPRD supaya menghadirkan CO PT Vale Indonesia supaya persoalan dana CSR PT Vale akan terungkap secara terang benderang. Selain itu diminta untuk menghadirkan Asisten II Setda Kolaka, kepala Bappeda Kolaka, sekretaris Inspektur dan camat Kolaka.

    "Hadirkan keempat orang itu, supaya tabir misteri dana CSR PT Vale dan terbentuknya komite yang kami nilai bodong bisa terungkap semuanya," tegas Ivan Boneparte. (*)


    Penulis | Armin Arsyad






























VIDEO