• Tambang Ilegal di Kolut Terus Beroperasi, ESDM dan Kepolisian 'Tutup Mata'

image_title
Ket: Tambang
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLUT--Aktifitas pengangkutan ore nikel ilegal di kawasan Jetty PT Kasmar Tiar Raya, yang berlokasi di Desa Latowu Kecamatan Batuputih Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masih berjalan mulus hingga saat ini. Berbagai pelanggaran hukum terjadi dalam proses pengangkutan ore nikel tersebut, anehnya pihak ESDM Provinsi Sultra dan Polres Kolut hanya bisa melakukan pembiaran atas aktifitas ilegal tersebut. 

    Pantauan beberapa Media di lokasi Jetty PT Kasmar Sabtu (23/1), terlihat ada 5 unit Kapal tongkang, 3 unit di antaranya tengah berlabuh, dan 2 unit tongkang lainnya, tengah melakukan aktifitas pengangkutan ore nikel. Salah satu dari 2 unit kapal tongkang memuat ore nikel tersebut diketahui menggunakan dokumen PT Lawaki Tiar Raya. 

    Berdasarkan keterangan beberapa orang pekerja yang ditemui di lapangan, PT Kasmar Tiar Raya ternyata hanya bertindak sebagai pemegang IUP, namun aktifitas pengangkutan ore nikel yang dilakukan para penambang di lokasi IUP PT Kasmar tersebut tidak menggunakan dokumen PT Kasmar, melainkan menggunakan dokumen perusahaan lain, salah satunya menggunakan dokumen PT Lawaki Tiar Raya, yang lokasi IUPnya berada di Desa Lawaki Jaya Kecamatan Tolala. 

    Di samping itu, fasilitas jetty (dermaga, red) milik PT Kasmar yang dimanfaatkan oleh para penambang, untuk melakukan pengangkutan ore nikel juga diketahui belum memiliki izin Terminal Khusus (Tersus), yang menjadi syarat utama legalnya fasilitas jetty untuk beroperasi. 

    Sementara itu, dari hasil konfirmasi di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kolut beberapa waktu lalu, Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan DPM-PTSP, Taufiq, menegaskan, untuk izin lokasi terkait permohonan pengurusan izin Tersus, saat ini yang masuk ke DPM-PTSP Kolut hanya ada satu permohonan, yakni dari PT Kurnia Mining Resource, tak ada dari perusahaan lain. 

    Taufiq juga menegaskan, aktifitas pengangkutan ore nikel yang saat ini tengah berjalan di wilayah Kolut semuanya ilegal. Dirinya bahkan mengaku sudah melayangkan surat ke instansi Kepolisian untuk, yang meminta agar penegag hukum  tersebut, melakukan penertiban atas aktivitas ilegal tersebut.

    Sementara, Kasat Reskrim Polres Kolut, Iptu Alamsya Nugraha, yang di konfirmasi lewat via WhatsApp Selasa (26/1), akan melakukan upaya hukum terkait penambangan ilegal yang ada di wilayah hukumnya.

    "Khusus PT. Kasmar Tiar Jaya, kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan aktifitas penambangan tampa izin dari pemerintah berwenang,"tutupnya. (*)


    Penulis | Bahar












VIDEO