• Liputan Covid Jadi Pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020

image_title
Ket: Ketua PWI Pusat Atal S Depari berbicara pada acara Indonesia bicara Hari Pers Nasional (HPN) 2021 di TVRI.
  • Share

    BUMISULTRA

    JAKARTA- Berdasarkan penilaian pemenang anugerah jurnalistik tertinggi dan paling bergengsi di Indonesia, liputan pandemi Covid-19 mayoritas pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020.

    "Proses penjurian berlangsung selama bulan Desember 2020 secara virtual, mengingat situasi masih pandemi Covid-19," kata Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Atal S Depari, dalam acara Indonesia bicara di TVRI, Rabu (20/01/2021) malam.

    Atal S Depari yang juga penanggung jawab Hari Pers Nasional (HPN) 2021, memandang para peraih Anugerah Jurnalistik Adinegoro 2020 membuktikan bahwa masih banyak wartawan yang menulis berkualitas. Karya berkualitaslah yang bisa jadi juara.

    "Jadi Anugerah Jurnalistik Adinegoro yang paling tinggi di pers nasional. Di Hari Pers Nasional selalu kita menyerahkan hadiah di depan Presiden, cukup membanggakan kan. Ada enam kategori," katanya.

    Terdapat enam kategori yang dilombakan, yaitu liputan berkedalaman untuk media cetak; liputan berkedalaman untuk media siber; liputan berkedalaman untuk media televisi; liputan berkedalaman untuk media radio; foto berita untuk media cetak dan media siber; serta karikatur opini untuk media cetak dan media siber.

    Adapun karya Jurnalistik berkaitan pandemi Covid yang meraih Anugerah Adinegoro, yakni pada kategori Media Siber dimenangi Jonathan Pandapotan Purba dan Windi Wicaksono dari Liputan6.com berjudul "Vaksinasi, Momentum Indonesia Bangkit dari Pandemi COVID-19" yang diterbitkan 23 Oktober 2020. Priyambodo RH selaku ketua dewan juri, memberi komentar, reportase aktual, mendalam, multimedia-konvergensi.

    Kemudian kategori Televisi dan Radio
    diraih Rivo Pahlevi Akbarsyah dan Eko Hamzah dari Trans 7, bertajuk "Bencana Alam di Tengah Pandemi", tayang 30 November 2020. Dewan juri yang terdiri wartawan senior di bidang televisi yakni Nurjaman Mochtar, Imam Wahyudi, dan Immas Sunarya sepakat bahwa topik yang dipilih Rivo bersama timnya betul-betul mempunyai nilai jurnalistik yang tinggi. Rivo seakan menyatu dengan venue dan suasana batin para korban bencana alam.

    Untuk kategori foto dan Karikatur
    Oscar Motulo, Tagor Siagian, Reno Esnir – ketiganya fotografer andal di Indonesia – menjadi juri Kategori Foto Berita. Ketiganya memilih karya Totok Wijayanto dari Kompas bertajuk "Pemakaman Jenazah Korban Covid" sebagai pemenang kategori Foto Berita. Karya ini telah diterbitkan 28 Juli 2020.

    “Tahun 2020 adalah tahun pandemi. Secara global Corona telah mencengkeram bahkan hingga di antartika. Foto pemakaman jenasah pasien Covid-19 yang dipetik malam 27 Juli 2020 ini adalah suatu imaji foto jurnalistik yang luar biasa,” komentar Oscar Motuloh, Ketua Dewan Juri Foto Berita.

    Untuk Kategori Karikatur Opini, tim juri yang diketuai karikaturis senior Gatot Eko Cahyono memutuskan pemenangnya Muhammad Syaifuddin Ifoed dari Harian Indopos dengan tajuk "Dari Dulu Juga Sudah WFH" terbit 28 Maret 2020.

    "Karya satir ini, tidak hanya bicara soal pandemi, tapi juga bicara persoalan kemiskinan yang melilit bangsa ini, yang belum juga bisa diberesin dari satu Presiden ke Presiden berikutnya. Karya karikatur ini dalam penampilan visualnya, sangat terasa kontrasnya. Hasil permainan, dua bidang yang berlawanan," kata Anggota Dewan Juri Karikatur Opini, Yusuf Susilo Hartono.

    Begitupun Anggota Dewan Juri Karikatur lain yang juga wartawan senior dan kolektor karya seni, Wina Armada menekankan bahwa kekuatan karikatur pemenang ini terletak pada tiga faktor utama, yakni pertama mengandung ironi dengan humorostik tinggi antara kaum jelata dan kaum berpunya, kedua karikatur ini mampu mengangkat tema yang sedang aktual di tengah masyarakat, ketigadari segi komposisi garis dan letak memiliki kekuatan menonjol.

    "Bagi kaum jelata sudah sejak awal selalu bekerja di rumah, dan bukan sejak adanya pandemi Covid-19, anjuran untuk bekerja di rumah buat mereka menjadi sesuatu yang tak berarti apa-apa," kata Wina Armada.

    Pemenang Anugerah Jurnalistik Adinegoro akan menerima hadiah Rp20 juta, trofi, serta piagam penghargaan dari PWI/Panitia HPN 2021 yang diserahkan di depan Presiden Joko Widodo pada acara puncak HPN 9 Februari 2021. (*)

    Penulis : Armin Arsyad


    Penulis | Armin












VIDEO