• BPS : Angka Kemiskinan di Kolut Menurun

image_title
Ket: Kepala BPS Kolaka Utara, Zablin, ST.M.Si
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLUT-Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020 lalu Angka Kemiskinan di Kabupaten Kolaka Utara mengalami penurunan 12,96 persen dibanding tahun 2016 hingga tahun 2019 dikisaran 13 hingga 17 persen kemiskinan  di Kolut.

    Kepala BPS Kolaka Utara, Zablin, ST.M.Si. menjelaskan bahwa, ada beberapa faktor yang mempengaruhi menurunnya angka kemiskinan dikabupaten kolaka utara, salah satunya adalah Program Revitalisasi Pertanian yang dicanangkan oleh pemerintah kabupaten Kolaka Utara.

    "Menurunya kemiskinan dikolut kami survei dibulan maret 2020 yang berdasarkan proses  ukuran output dan outcam dari pemerintah," kata Zablin kepada Bumisultra.com diruang kerjanya, Rabu (13/1/2021).

    Menurutnya, kemiskinan dikolut menurun karena adanya pencanangan program pemda kolut tahun 2018 lalu yakni revitalisasi pertanian yang mulai berhasil seperti kakao,cengkeh dan jagung.

    "Pemerintah kolut berhasil menurunkan angka kemiskinan hasil program Revitalisasi Pertanian yang mencakup tanaman Kakao, dan beberapa tanaman lainya," ungkapnya.

    Ia juga mengungkapkan bahwa, Angka Kemiskinan menurun, karena pemda kolut memprioritaskan prgram tersebut pada satu titik untuk kesejahteraan masyarakat Kolut. 

    "Selain menurunya angka kemiskinan dikolut secara presentase, namun angka pengangguran mengalami peningkatan  dari 1,37 persen  menjadi 2,13 persen,"ungkapnya. 

    Dikatakan Zablin bahwa, peningkatan presentase penduduk yang menganggur  Dikolut, BPS melakukan survei di bulan agustus tahun 2020 lalu.
     
    "Dibulan agustus kami melakukan survei, waktu itu dampak covid - 19 sudah kelihatan, sehingga dampak tersebut dikolut mengalami peningkatan pengangguran,"  tuturnya.

    Lebih jauh Zablin juga membeberkan peningkatan angka pengangguran Dikolut ada disektor kontruksi dan perhubungan dimana, hasil survei kedua sektor tersebut terlihat peningkatan jumlah pengangguran.

    "BPS mensinyalir, salah satu  penyebab pengangguran karena Covid- 19, karena dua sektor tersebut sangat merasakan misalnya pembatasan bepergian, penghentian aktifitas pekerjaan fisik bagi warga," tutupnya. (*)


    Penulis | Bahar








VIDEO