• Ansani, Kepala MAN 1 Kolaka Terus Cetak Prestasi Ditengah Pandemik

image_title
Ket: Kepala MAN 1 Kolaka Drs Ansani,MPd
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLAKA- Pandemik Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bukanlah halangan untuk berkarya, seperti halnya kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kolaka Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs Ansani, MPd yang terus mencetak prestasi melalui tangan dinginnya.

    Siang itu, Senin (11/01/2021) dengan menggunakan peci hitam dan menggunakan masker, Ansani begitu semangat menceritakan prestasi yang diraih siswa-siswinya, ditengah pandemik covid-19 yang melanda negeri tercinta Indonesia.

    "Awal pandemik betul-betul masa yang sulit bagi kami karena harus belajar secara online dan tidak bisa bertemu dengan guru-guru. Namun kami tidak larut dari semua itu, tapi terus membuat formasi dalam memberikan motivasi bagi siswa untuk bangkit dan terus berbuat yang terbaik untuk daerah dan bangsa ditengah pandemik ini," katanya.

    Bagi guru berprestasi nasional seperti Ansani yang setiap hari memperbaharui pengetahuannya melalui berita online maupun cetak, informasi berkaitan ivent di daerah, nasional maupun internasional cepat didapatkan, sehingga dengan bekal juara yang selama ini dimiliki guru-guru MAN 1 Kolaka, mampu membangkitkan semangat siswanya yang belajar di rumah dengan cara virtual atau online.

    "Untuk memberikan semangat siswa, guru-guru melakukan pembelajaran via zoom," katanya.

    Sebagai guru visioner yang mampu melihat masa depan yang gemilang bagi siswanya, Ansani menyadari bakat yang dimiliki siswanya dan nama besar MAN 1 Kolaka yang selama ini dikenal dengan gudang pencetak siswa yang unggul dalam hal karya tulis, maupun pelajaran lainnya ini tidak bisa putus begitu saja hanya karena pandemik. Dengan prestasi tersebut, selama ini tidak berlebihan ketika ada lomba yang dilaksanakan, baik tingkat kabupaten maupun Provinsi, sebagian peserta lain akan merasa minder ketika mengetahui lawannya dari MAN 1 Kolaka.

    "Untuk Sultra, kalau ada ivent dan MAN 1 Kolaka ikut, mereka takut," kata Ansani.

    Dengan New normal yang ditetapkan di Republik ini, serta dibukanya beberapa ivent meski dalam bentuk virtual, dengan keikutsertaan siswa MAN 1 Kolaka sebagai peserta, ternyata mereka mampu menunjukkan prestasinya, baik tingkat kabupaten, Provinsi, Nasional bahkan Internasional.

    Ansani memperlihatkan beberapa penghargaan yang diraih siswanya selama masa pandemik covid-19, diantaranya juara umum comic sains IV tingkat Provinsi Sultra yang diselenggarakan Universitas Haluoleo Kendari medio November 2020, juara 2 ensemble pit instrument devisi senior SMA/SMK/MA Aceh Marching band championship virtual 2020 diselenggarakan Dinas Pendidikan Provinsi Aceh. Terkahir juara 3 atau perunggu Olimpiade matematika Internasional di Thailand dan Macao Hongkong.

    "Untuk siswa yang berprestasi, kami selalu siapkan hadiah dan memberikan nilai yang bagus. Ini sebagai upaya memberikan semangat dan motivasi bagi siswa yang berprestasi maupun siswa lainnya, sehingga mereka terus terpacu untuk berbuat yang terbaik," katanya.

    Alumni Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung ini mengungkapkan, pada awal dirinya diberikan amanah sebagai kepala MAN 1 Kolaka pada tahun 2012, saat itu siswanya masih sedikit bahkan menjadi sekolah buangan di kabupaten Kolaka, sehingga dalam setiap kesempatan MAN selalu dicemooh. Sejak itulah jiwa visionernya mulai jalan dengan membuat terobosan-terobosan, sekaligus menjadi guru dambaan siswa yang selalu memberikan motivasi dan semangat dalam mencari ilmu, sekaligus menekankan kedisiplinan.

    Dengan terobosan tersebut, akhirnya MAN 1 Kolaka yang dulunya merupakan sekolah pembuangan di Kolaka, saat ini berubah menjadi sekolah favorit dengan segudang prestasi. Bahkan saat ini telah meloloskan puluhan siswanya bebas tes masuk Perguruan Tinggi Negeri ternama di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Hasanuddin dan lainnya, baik jurusan kedokteran maupun jurusan lain.

    "Kami selalu mengajarkan pada siswa bahwa hidup tidak sekedar menjadi manusia berilmu, tapi bagaimana dia juga harus beriman dan beramal," kata Da'i yang setiap saat selalu keliling berdakwah ini.

    Ansani juga menyampaikan bahwa pada tahun pelajaran 2020/2021 dimasa pandemik, minat masyarakat dalam menyekolahkan anaknya semakin tinggi. Hal ini terbukti, yang mengambil formulir pendaftaran 400 lebih, mengembalikan formulir 300 lebih dan yang diterima hanya 200 lebih.

    Salah seorang Alumni MAN 1 Kolaka keluaran 2013, Zulfikar, Senin (11/01/2021) mengungkapkan kalau dirinya masih merasakan bagaimana MAN 1 Kolaka menjadi sekolah pembuangan. Namun setelah dipimpin Ansani, semua berubah, bahkan dirinya saat itu masih merasakan bagaimana MAN mulai bangkit dan dikenal masyarakat.

    "Saya pernah jadi wakil ketua OSIS MAN 1 Kolaka. Saat ini perkembangan MAN 1 Kolaka luar biasa," kata Zulfikar. (*)

     Penulis : Armin Arsyad


    Penulis | Armin








VIDEO