• Pemulihan Ekonomi, KPwBI Sultra Mengajak Warga Hidupkan Pariwisata

image_title
Ket: Webinar BI Sultra
  • Share

    BUMISULTRA

    KENDARI - Pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia. Ikut mempengaruhi aspek kehidupan, mulai dari aspek ekonomi hingga pariwisata pun terkena imbasnya. Melihat itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengajak masyarakat menghidupkan kembali sektor pariwisata untuk mendukung perekonomian daerah.

    Deputi Kepala Perwakilan KPwBI Sultra, Surya Alamsyah, menuturkan, hingga saat ini, kasus Covid-19 di Indonesia masih berada dalam tren yang meningkat. Tentunya dengan kondisi tersebut memberikan dampak secara nasional dan juga perekonomian secara menyeluruh di Sultra. Hal tersebut tercermin dari terkontraksinya perekonomian Sultra dalam 2 periode terakhir meskipun sudah berada dalam tren pemulihan dengan capaian pada triwulan III 2020 sebesar -1,8% (yoy).

    "Pariwisata Sultra 4.1 yang menjadi tema webinar ini dimaksudkan bahwa kita ini masyarakat perlu mengubah pola pikir dalam menyikapi penerapan kebiasaan hidup baru," jelasnya saat menjadi narasumber di Webinar BI Sultra, Kamis (17/12/2020).

    Dia, menambahkan, pariwisata khususnya wisata alam Indonesia memang merupakan primadona bagi turis lokal dan internasional, tetapi dengan adanya pandemi kunjungan wisatawan menurun. Inilah menjadi pertanyaan, bagaimana meningkatkan pariwisata di tengah pandemi. Bisa dikatakan sektor pariwisata berada di antara peluang dan tantangan

    Sebelum melangkah jauh, kata Surya, banyak hal yang perlu dibenahi untuk pariwisata Sultra. Antara lain pembenahan transportasi, dan pentingnya penyediaan akomodasi serta air bersih di tempat wisata.

    "Adanya cinderamata yang unik khas Sultra juga diperlukan, bahkan cinderamata ini bila masyarakat olah dengan baik bisa jadi peluang meningkatkan perekonomian," tuturnya.

    Pesona alam yang dimiliki Sultra, sambungnya, sungguh luar biasa tetapi indeks persaingannya masih sangat rendah. Jika dilihat dari analisis business model canvas, pengembangan pariwisata Sultra perlu mitra dalam promosi yang lebih gencar. Bekerjasama dengan suatu event organizer (EO) misalnya, atau influencer.

    "Model daya saing untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang, pihaknya menyarankan pentingnya pengendalian ekosistem," jelasnya.

    Sementara, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, R Kurleni Ukar, M.Sc, mengatakan, pariwisata secara dinamis
    dipengaruhi oleh faktor-faktor yang tidak dapat diprediksi dan tidak pasti, seperti terjadinya serangan teroris, wabah epidemi, dan bencana alam.

    "Dampak pandemi secara global memang sangat mempengaruhi sektor pariwisata, diketahui untuk travel and tourism turun hingga 48 persen," jelasnya.

    Sehingga, perlu kerjasama semua pihak baik pemerintah dan juga masyarakat dalam menghidupkan kembali sektor pariwisata.

    Hadir di Webinar itu perwakilan Pemerintah Provinsi Sultra, dan Kepala KPwBI, Bimo Epyanto.(*)


    Penulis | Septiana








VIDEO