• Tiga Mantan Pemimpin Wakatobi Akui Arhawi Membangun Signifikan

image_title
Ket: Deklarasi pasangan H.Arhawi-H.Hardin La Omo bakal calon Pilkada Wakatobi serentak 2020
  • Share

    BUMISULTRA

    WAKATOBI - Tiga mantan pemimpin Kabupaten Wakatobi mengakui H.Arhawi mendorong pembangunan secara signifikan. Hal itu diungkapkan saat deklarasi pasangan H.Arhawi- H.Hardin La Omo, dilapangan Merdeka Wangi-Wangi,'Minggu (9/8/2020)

    Adalah Andi Hasan pemimpin DPRD Wakatobi sejak 2004-2009. Ia mewakili partai Golkar dapil IV Kecamatan Binongko saat itu. Ia terbilang pertama menjabat sebagai ketua lembaga legislatif sejak pertama berdiri Kabupaten terkenal dengan keindahan lautnya itu.

    "Tak bisa dipungkiri dari tahun ketahun Wakatobi ada pembangunan yang signifikan. Saya tahu persis Wakatobi sejak saya tinggalkan 15 tahun lalu,''  tuturnya.

    Ia mangaku sesekali ke Wakatobi menengok perkembangannya. Terutama pembangunan infrastruktur hampir tiap tahun alami perubahaan.

    Menyoal pembangunan. Ia pun berkisah sejak memimpin DPRD Wakatobi semangat putra-putri berdemo bahkan satu hari 3 kali aksi, justru dimasa H.Arhawi menjadi Bupati riak dianggapnya sudah jauh berbeda.

    "Orang lain baru berjanji tapi mereka sudah punya pengalaman. Jangan sampai yang lain star nol dan akhirnya melangkah mundur", sambungnya.

    Demikian diungkap mantan anggota DPRD Wakatobi 2 Periode, La Moane Sabara. Menurutnya kefiguran H.Arhawi cukup teruji. Ia seorang politisi handal, pernah menjabat Wakil ketua DPRD lalu menjabat Wakil Bupati mendampingi Ir.Hugua dan berikutnya menjabat Bupati hingga saat ini.

    "Pengakuan sejarah tak bisa dibantah. Peningkatan APBD sebesar 210 Milyar pertahun. Masyarakat harus tahu. Posisi Wakatobi tahun 2015 lalu hanya sebesar 740 milyar dan hari ini diatas 1 Triliun. Kalau ada yang bilang tidak berbuat itu omong kosong,''  ucapnya.

    Ditangan H.Arhawi disebutkan masuk kategori perencanaan pembangunan terbaik bahkan mendapat penghargaan pengelolaan keuangan terbaik hingga mencapai opini wajar tanpa pengeculian (WTP) oleh BPK RI selama kurun waktu 4 tahun masa kepemimpinannya

    "Ia membangun selalu memprioritas putra-putri terbaik tanpa memandang kawan atau lawan. Siapapun dia tidak dipilah. Ia tidak memiliki rasa dendam terhadap lawan politiknya. Beliau lah sosok yang mampu merangkul untuk sama2 membangun daerah ini. Jadi kalau isu-isu yang dikembangkan orang sakit hati, itu sengaja untuk memecah belah", paparnya.

    Agar diketahui, La Moane Sabara selaku ketua DPD Partai Demokrat. Diperhelatan pilkada 2015 lalu, ia salah satu pendukung pasangan Haliana-Syawal menjadi rival politik H.Arhawi-Ilmiati Daud.

    Perbedaan politik juga ditunjukkan mantan Wakil Bupati, Ediarto Rusmin. Ia akui perhelatan politik 5 tahun lalu berbeda pilihan namun karena perbedaan itu karena tujuan yang sama mendorong pembangunan dan ditangan H.Arhawi tujuan tersebut itu dianggapnya tercapai dan rasional dalam realita pembangunan.

    "Selama saya berjuang dipolitik. Jujur, selama saya dipolitik belum pernah dipanggung yang sama sebab kami selalu berbeda. Hari ini kami dua kutub kekuatan dan kami yakin bisa mencapai kemenangan", terangnya.

    Ia juga mengungkap sosok wakilnya, H.Hardin La Omo. Kata dia, seorang H.Hardin La Omo merupakan birokrasi tulen dimana telah menemaninya bersama Ir.Hugua selama 5 tahun menjabat

    "Kalau bertanya kopentensi bertanyalah pada saya jangan tanya Facebook.Hari ini, kita diajak berdebat di FB dengan fitnah dan kebohongan.Seorang H.Hardin La Omo bukan orang baru di birokrasi, beliau bahkan mampu menjadi perencana hebat di birokrasi", tutupnya. (*)


    Penulis | La Ilu Mane








VIDEO