• Anak Buta dan Tuli di Kolut Merawat Orang Tuanya yang Buta 

image_title
Ket: Kades Alipato, Andrita Hasyim di dampingi suaminya Serma Abdul Malik memberikan bantuan beras kepada satu keluarga penderita bisu tuli, dan buta.
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLUT - Meskipun bisu dan tuli sejak lahir  Hermansah (34) warga Desa Alipato Kecamatan Pakue Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra) merawat ayahnya Sukiman (65) dan Ibunya Sukarti (56) yang juga menderita kebutaan.

    Kepala Desa Alipato, Andrita Hasyim mengaku sangat sedih dengan kehidupan warganya yang sangat memprihatinkan. Dimana mereka bertiga  tinggal bersama, anaknya yang bisu ini merawat, mencuci dan memasak serta memberi makan kedua  orang tuanya yang buta. Kedua orang tuanya  hanya tergantun kebutuhan semua  kepada anaknya yang bisu. 

    Sehingga, sebagai Kepala desa dan di bantu suaminya Serma Abdul Malik yang juga anggota TNI yang bertugas sebagai Babinsa di desa Patikala Kecamatan Tolala sering mengunjungi dan membantu kebutuhan kehidupan sehari - hari ketiga penderita ini.
     
    Ditemui di rumahnya ayah Hermansyah, Sukiman menceritakan bahwa, dirinya mengalami kebutaan satu tahun lalu, akibat mencampur dua merk racun rumput yang dimasukkan kedalam ember lalu ditutup dan di guncang - guncangkan,setelah dibuka racun tersebut menyebur keluar sehingga mengenai wajah dan mata Sukiman.

    "Setelah ditutup dan di guncang guncangkan, ember saya buka, asap racun itu, langsung mengenai mata saya dan terasa pedis," kata Sukiman kepada Bumisultra.dengan nada terbata - bata, Jumat (10/7/2020).

    Lebih lanjut kata Sukiman, saat terkena racun rumput dimatanya. dirinya tidak merasakan apa - apa, namun menjelang awal tahun 2019, kemudian baru terasa penglihatan mulai kabur dan tidak bisa melihat.

    Sementara, Sukarti ibu Hermansyah juga  menceritakan, bahwa dirinya  pertama kali mengalami kebutaan ditahun 2018 lalu,.

    "Waktu itu saya masih jualan nasi kuning dari pasar ke pasar dan tiba - tiba penglihatan saya langsung kabur, saat diperiksa di Puskesmas Lapai, Dokter bilang akibat Penyakit Katarak dan operasinya di Makassar," ujar Sukarti dengan dialek jawanya.

    Ditanya terkait biaya operasi,  Sukarti mengatakan,  bagaimana mau operasi  yang membutuhkan biaya  puluhan juta rupiah sementara untuk makan sehari - hari saja sulit. Sementara anak ketiga saya Hermansyah mengalami  tuli dan bisu saat umur 3 tahun.

    "Hermansah mengalami Panas tinggi (Step) dan lama - kelamaan dia sudah tidak bisa bicara dan tidak bisa mendengar lagi, sebelumnya Hermansah bisa bicara,"  ujarnya.

    Sukardi juga mengungkapkan bahwa, selama mereka i mengalami kebutaan, Hermansah inilah yang membantu memasak mencuci dan membersihkan rumah serta belanja. 

    "Kasihan anakku ini, masa mudanya tidak dia nikmati seperti pemuda lainnya,"ungkapnya.

    Sementara, Hermansah dengan bahasa insyaratnya, menunjukkan bahwa dia sangat patuh dan sabar merawat kedua orang tuanya karena dia yakin dan  percaya merawat kedua orang tuanya yang buta, akan mendapatkan kebagian di Surga dari Allah nantinya.

    "Kami berharap Kepada Pemerintah Daerah Kolaka Utara untuk memberikan bantuan biaya Operasi,"katanya dengan bahasa syaratnya dengan isakan tangisan.

    Di tempat yang sama, Kepala Desa Alipato, Andrita Hasyim, mengatakan  semenjak dilantik Kepala Desa definitif ditahun 2018 lalu, dirinya  sudah memberikan bantuan berupa sembako.

    "Saya prioritaskan Keluarga ini karena pada saat sosialisasi Pilkades lalu, saya sudah melihat kesulitan warga penderita  tersebut," ktanya.

    Selain sembako dari Desa,  kata Andrita Hasyim keluarga penderita ini  juga diberi Sembako dari Pemerintah Kolut.
    Untuk mengurangi beban perekonomian penderita,  dirinya  juga memberi mandat Kepada Kepala Dusun untuk mengecek setiap dua hari tempat Penyimpanan beras warga mengalami buta dan tuli tersebut. 

    Karena itu, Kades Alipato juga  berharap ke Pemerintah Daerah Kolut untuk membantu meringankan beban mereka dan Utamanya Dinas Sosial Kolut untuk kepengurusan BPJS untuk Orang Cacat. 

    "Sebagai pemerintah desa, kami selalu siap membantu penderita ini, namun saya harapkan ada kesenergian dari Pemda dan dari Pemdes untuk bantuan kependerita satu Keluarga," tutupnya (*)


    Penulis | Bahar






VIDEO