• Ketua BEM UHO Kecam Tindakan Arogansi Oknum Satpol PP Muna

image_title
Ket: Ketua BEM UHO, Pandyi Priyono A.S
  • Share

    BUMISULTRA

    MUNA--Bentrok antara Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan Mahasiswa Masyarakat Desa Korihi bersatu didepan Kantor Bupati Muna mengundang reaksi keras Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Haluoleo.

    Pandyi Priyono A.S Ketua BEM UHO geram dan mengecam tindakan refresif salah satu anggota Satpol PP Muna atas tindakan pemukulan yang dilakukan kepada masa aksi yang hendak menyampaikan pendapat atau aspirasinya sebab apa yang dilakukan teman-teman itu adalah hal yang jamin oleh UU 9/1998  tentang kemerdekaan berpendapat di muka umum.

    "Terlebih seperti yang beredar dan laporan yang kami dapatkan bahwa teman-teman masa aksi meminta agar Bupati Muna menemui mereka untuk memperjelas pemberhentian kades korihi tersebut sebagaimana itu telah di janjikan sebelumnya," ucapnya pada media, Jumat (3/7/2020).

    Kata Pandyi, aksi ini adalah hal yang normatif dilakukan masyarakat untuk menagih atau memperjelas apa yang telah dijanjikan Bupati Muna kepada rakyatnya tanpa harus ada korban jiwa seperti pada orator aksi La ode Ilham dan mahasiswa lainnya.

    Kami berharap pemerintah Kabupaten Muna bisa memberikan jawaban atas apa yang dituntut teman-teman dalam gerakan tersebut sehingga tidak menimbulkan polemik yang berkepanjangan dan semua yang di persoalkan bisa di selesaikan dengan baik tentunya.

    "Atas kejadian ini tentunya Kasatpol PP harus bertanggung jawab atas tindakan refresif yang telah dilakukan anggotanya dan sebagai pimpinan harus bertanggung jawab penuh atas hal tersebut karena jelas pengamanan tersebut keluar dari Instruksi pimpinan,'' tandasnya. (*)


    Penulis | Ali Rasyid S






VIDEO