• Penderita Lumpuh di Kolut dapat Bantuan Bupati

image_title
Ket: Bupati Kolut Nur Rahman Umar (baju putih pakai masker) memberikan kursi roda kepada salah satu penderita lumpuh di Desa Kalahunde
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLUT  Penderita Lumpuh Layu Kakak Beradik  Marham (38) dan Musni (35) serta Timang (25), penderita lumpuh 20 tahun hingga kaki mengecil. Ketiga adalah warga desa Kalahunde Kecamatan Pakue Tengah Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), yang sangat membutuhkan uluran tangan dari pemerintah.akhirnya mendapat bantuan dari Bupati Kolut H. Nur Rahman Umar  berupa kursi roda.

    Hadir dalam Penyerahan kursi roda Ke tiga penderita lumpuh yang diserahkan langsung oleh Bupati Kolut tersebut diantaranya istri bupati Kolut, Dra.Hj.Andi Nurhayani, Nur Rahman Umar,  istri wakil Bupati, Sukmawati H.Abbas, Kadis Infokom, Rahman, S.Pd, camat Pakue Tengah, Taslim, S.Pd dan Kades Kalahunde, Muh.Saleh serta Tokoh masyarakat.

    Bupati Kolaka Utara, Drs H.Nur Rahman Umar, MH. menjelaskan bahwa penyerahan bantuan oleh Pemerintah adalah rasa kepedulian terhadap kondisi masyarakat yang mengalami penyakit kelumpuhan, sehingga penderita tersebut merasa diperhatikan oleh pemerintah.

    "Ketiga Penderita Lumpuh yang ada di desa ini kita bantu sesuai kebutuhannya, yakni kursi roda, secara pribadi saya sangat prihatin dengan kondisi ketiga penderita lumpuh ini, semoga Allah yang maha kuasa menyembuhkan penyakitnya," kata Nur Rahman kepada Bumisultra.com. Sabtu (27/06/2020).

    Dikatakan Nur Rahman Umar bahwa, saat ini pihaknya telah melakukan pendataan di seluruh desa dan kelurahan dikolut yang mengalami sakit lumpuh dan penyakit lainya.

    "Kami telah mendata semua penderita lumpuh termasuk penyakit lainya yang ada di desa," ungkapnya. 

    Karena itu, Bupati berharap bantuan ini dapat digunakan sebaik - baiknya untuk penderita sehingga penderita tersebut tidak merasa terkucilkan dengan penyakit yang dideritanya, namun penderita merasa ada perhatian dari pihak lain, sehingga penderita ini tidak merasa sendiri.

    Diketahui, Marham mengalami kelumpuhan akibat menginjak kulit coklat kering dan adiknya Musni yang mengalami kelumpuhan akibat sering jatuh dari sepeda. Begitupun yang di alami, Timang  dikala itu masih masih berumur 3 tahun yang mengalami deman tinggi sehingga dilarikan ke puskesmas untuk di rawat, dari keterangan orang tua Timang bahwa, kelumpuhan anaknya di duga ada  kesalahan dari bidan yang menangani anaknya di puskesmas Provinsi Riau. (*)

     


    Penulis | Bahar






VIDEO