• Terbukti Timbun dan Naikan Harga Sembako, Pedagang Bakal Dipidana

image_title
Ket: Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho
  • Share

    BUMISULTRA

    MUNA--Ditengah gentinga wabah penyebaran virus corona (Covid-19) nampaknya banyak oknum pedagang yang  menspekulasi harga sembako. Tak mau kecolongan, maka Kepolisian Resort Muna akan terus melakukan pemantauan.

    Jika terbukti ada oknum pedagang yang coba melakukan penimbunan dan menaikan harga sembako, tak main- main bakal berurusan dengan pihak kepolisian dan diproses secara hukum.

    Kapolres Muna, AKBP Debby Asri Nugroho menegaskan, disituasi darurat wabah Covid-19 ini, jika diketemukan ada oknum pedagang memanfaatkan situasi maka pasti ada konsekuensi tindakan hukum.

    "Kami akan terus melakukan pemantauan, karena sudah banyak masyarakat yang mengeluh soal harga sembako dan minimnya persediaan, padahal stock masi cukup dari pantauan bulog." katanya, Selasa (24/3/2020).

    Tak hanya itu, Debby juga mengeluarkan ultimatum untuk para pedagang supaya membantu situasi tenang dengan tidak menimbulkan kepanikan dan mengikuti petunjuk pemerintah jangan banyak berspekulasi.

    "Masyarakat tetap tenang dan jangan panik karena jajaran polri sudah memantau, kalau terbukti kita tindak lanjuti dan jelas dipidana,'' ucapnya.

    Berikut stok beras kota Raha setelah dilakukan sidak siang tadi.

    1.Sampai jam 10 pagi tadi stok Bulog 84 ton, tanggal 25 Maret akan masuk 100 ton(suplemen), dan akhir bln Maret akan masuk 500 ton(Movenas), dng harga Rp. 127.500/ 15 kg atau Rp 8500/ kg kategori beras medium

    2.Distributor H. La Afa / UD Kharisma stok sampai jam 4 sore tadi masuk 20 ton dng harga beras kepala 788/ premium Rp. 290.000/25 kg, beras super 388 & garuda/ medium Rp. 280.000/25 kg.
    Tanggal 25 maret akan masuk 25 Ton

    3. UD Maharani/ H.Marzuki tanggal 27 Maret akan masuk 10 ton dan tanggal 29 Maret akan masuk 30 ton.
    dan info dari BULOG maupun distributor bahwa stok beras aman sampai bulan Ramadhan. (*)


    Penulis | Ali Rasyid












VIDEO