• Pentingnya Menjaga Hygiene Personal Agar Terhindar dari Covid-19

image_title
Ket: Nelini
  • Share

    BUMISULTRA

    Covid-19 adalah penyakit yang kini telah meresahkan banyak masyarakat diberbagai Negara. Virus ini awalnya terjadi di Wuhan, China, yang sampai saat ini telah merajalela diseluruh penjuru dunia termasuk di Indonesia. Virus ini sangat berbahaya dan sudah banyak menghilangkan nyawa manusia karena proses penyebarannya yang sangat cepat. 

    Angka kasus yang terinfeksi covid-19 di seluruh dunia masih terus meningkat hingga saat ini. Seperti yang telah dikutip oleh John Hopkins University dalam Kompas.com (22/03/2020) minggu pagi, menunjukan bahwa ada 304.528 kasus terinfeksi, 12.973 orang meninggal dunia dan 91.676 orang dinyatakan sembuh.

    Data sehari sebelumnya menunjukan 271.629 kasus terinfeksi, 11.282 orang meninggal dunia dan 87.403 orang yang dinyatakan telah sembuh dan China masih tercatat memiliki kasus tertinggi yaitu sebesar 81.305 kasus, melansir CNN selain China bahwa Negara dengan kasus terbesar lainnya adalah Italia dan Spanyol. Sementara itu, Negara-negara dengan jumlah kasus kematian tertinggi adalah Italia, China dan Iran.

    Minggu (22/03/2020), pemerintah Amerika Serikat jumlah kasus covid-19 melunjak naik dengan jumlah kasus positif terinfeksi sejumlah 25.740 orang dan yang meninggal sejumlah 323. Menurut Yanri Subakti, pemerintah telah mengambil langkah cepat dengan melarang para pekerja kantoran untuk bekerja diluar rumah/kantor, warung dan apotik pun sebagian telah ditutup.

    Pemerintah juga menghimbau semua masyarakat untuk membatasi pergerakan orang untuk berkumpul/berkerumun. Menurutnya, sebelumnya banyak warga Amerika Serikat yang meremehkan covid-19 sehingga sekarang terbukti banyak orang yang positif terinfeksi covid-19 dan meninggal dunia. Serta para petugas kesehatan pun banyak yang tertular sehingga dianjurkan untuk mengurung diri dirumah sampai keadaan membaik.

    Di Indonesia, covid-19 juga meningkat secara tajam hingga bertambah dengan jumlah kasus terinfeksi sebanyak 450 orang (21/03/2020), jumlah kasus yang sembuh sebanyak 20 orang sementara untuk jumlah kasus positif corona sebanyak 38 orang yang dinyatakan menunggal dunia (detik news). Dari 540 kasus yang terinfeksi covid-19 itu tersebar di 17 dari 34 provinsi bahkan sudah mencapai 50% sudah terpapar covid-19.

    Minggu (22/03/2020), pemerintah telah mengumumkan bahwa jumlah korban yang meninggal akibat covid-19 bertambah 10 menjadi 48 orang, total pasien sembuh bertambah 9 menjadi 29 orang dan pasien positif yang terinfeksi bertambah 64 menjadi 514 orang.

    Dengan kasus yang terus meningkat ini masyarakat dihimbau untuk disiplin jaga jarak serta terus mematuhi segala aturan untuk mengisolasi diri dirumah dan tetap menjaga kebersihan dan daya tahan tubuh untuk meminimalisir penyebaran covid-19.

    Menurut prof. dr. Hasbullah Thabrany, MPH, Dr. PH (Guru Besar FKM UI) dan Prof. David Handojo Muljono, MD. PhD (Wakil Kepala Lembaga Eijkman) dalam studio converence TVONE bahwa faktor yang mempengaruhi covid-19 yaitu kontak langsung yang sebelumnya belum diketahui. Kontak lain dari covid-19 yaitu memegang sesuatu dengan secara tidak sadar (area wajah) dan secara intens menyebar melalui udara ketika batuk. Virus bertahan setelah seseorang batuk/bersin dan jika jarak dekat maka akan mudah terhirup. Maka dari itu dianjurkan untuk tetap menjaga jarak.

    Sulawesi Tenggara adalah salah satu provinsi yang terpapar covid-19. Pemerintah juga telah memberikan pernyataan khusus bahwa terdapat tiga kasus baru Corona.  Rabiul Awal (21/03/2020), juru bicara penanganan Covid-19, menyebut  tiga pasien itu terdiri dari seorang laki-laki berusia 41 tahun dan dua perempuan berusia masing-masing 32 dan 25 tahun.  Ketiganya dirawat di ruang isolasi RSUD Bahteramas Kendari dengan kondisi yang sudah membaik. Dengan adanya suspect covid-19 ini Rumah Sakit Bahteramas ditetapkan sebagai rumah sakit rujukan pasien covid-19.

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengintruksikan daerah dan lingkungan yang belum terinfeksi covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan untuk mengurangi resiko pada daerah yang sudah terinfeksi, beliau menghimbau agar semua pihak dapat membantu pasien covid-19 dengan mengisolasi diri dirumah dan memberikan bantuan yag memadai.

    Hygiene personal adalah upaya diri seseorang untuk melindungi, memelihara dan meningkatkan derajat kesehatannya sendiri. Salah satu upaya kita untuk mencegah dan menghindarkan diri dari Covid-19 yang saat ini telah menyebar adalah dengan menjaga hygiene personal dengan baik yaitu dengan cara:

    1. Memelihara kebersihan diri, pakaian, rumah dan lingkungan.
    2. Biasakan diri mencuci tangan dengan sabun dengan cara yang baik dan benar
    3. Biasakan mengonsumsi makanan yang sehat dan bebas dari bibit penyakit.
    4. Meningkatkan daya tahan tubuh dan kesehatan jasmani
    5. Menghindari terjadinya kontak langsung dengan berbagai sumber penyakit.
    6. Hindari menyentuh area wajah termasuk mengucak mata
    7. Menutup mulut dan hidung dengan tisu atau atau lengan astas bagian dalam (bukan telapak tangan) ketika batuk
    8. Hindari kontak fisik dengan orang lain ketika perpergian
    9. Gunakan masker dengan benar hingga menutup mulut dan hidung ketika berada diluar rumah atau ditempat umum
    10. Menunda perjalanan keluar/memasuki daerah yang ditemukan adanya virus
    11. Biasakan banyak mengonsumsi air putih

     “Jangan takut dengan Corona Virus dia hanya makhluk kecil ciptaan Yang Maha Kuasa. Virus kecil itu akan musnah dengan sendirinya atas kehendak Allah begitu pula sebaliknya corona virus juga akan terus menyebar atas kehendaknya. Yang 

    paling terpenting adalah mari kita sama-sama banyak berdoa serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat terutama hygiene personal, bila merasa terganggu dengan kesehatannya, banyak-banyak beristirahat serta kurangi aktivitas, dan segera hubungi fasilitas kesehatan bila ada indikasi mengarah ke corona virus.”

     Mari tingkatkan kewaspadaan kita terhadap penyebaran covid-19 dengan menerapkan polah hidup bersih dan sehat, karena kalau bukan kita maka siapa lagi.

     Semoga wabah COVID-19 ini segera berakhir dan semoga kita semua tetap dibawah lindungan-Nya. Aamiin Ya Rabbal Alamin. (*)

    Penulis : Nelini, Pemerhati Kesehatan Masyarakat (Mahasiswa Pasca Sarjana Kesehatan Masyarakat Universitas Halu Oleo) 

     


    Penulis | Redaksi












VIDEO