• Paranoid Terhadap Covid -19 ?

image_title
Ket: ilustrasi
  • Share

    BUMISULTRA

    Fenomena yang merebak beberapa bulan terakhir ini dengan menyebarnya wabah virus  Covid-19 mulai meneror sejumlah orang diseluruh dunia baik kalangan pejabat, selebritis maupun kalangan umum yang begitu khawatir terkena dampak virus covid-19 .

    Virus Corona atau  severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan. Penyakit karena infeksi virus ini disebut COVID-19. Virus Covid-19  bisa menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, sampai kematian. Virus Covid-19 merupakan  jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini bisa menyerang siapa saja  baik bayianak-anak, orang dewasa, lansia, ibu hamil, maupun ibu menyusui.

    Tidak bisa dipungkiri kalau dampak Virus Covid-19  memang mampu merubah mindset seseorang terhadap orang lain. Apalagi, belakangan ini wabah Virus Covid-19  semakin merajarela dibeberapa negara. Tidak hanya di kawasan negara Cina saja, sekarang sudah merambat ke benua Eropa.

    Bahkan negara Italy yang awalnya dianggap aman dari Virus Covid-19  menjadi salah satu negara yang populasi terjangkit Virus Covid-19  begitu cepat. Tak terkecuali di Indonesia, pemerintah DKI Jakarta telah menutup seluruh sekolah di Jakarta dan meminta masyarakat untuk tidak meninggalkan rumah, kecuali dalam keadaan mendesak.

    Hal ini dilakukan oleh  pemerintah sebagai cara untuk menghindari penyebaran virus COVID- 19. Begitu pula di beberapa  provinsi diindonesia kasus Virus Covid-19 ini sudah sangat mengkhawatirkan .

    Situasi ini tentunya menghadirkan kekhawatiran yang begitu besar , Sejak munculnya wabah Virus Covid-19, rasa parno dan saling curiga antar orang asing yang ada disekitar kita begitu tinggi. Tidak ada tegur sapa dengan senyuman yang manis. Semua wajah terlihat penuh kecemasan dan ketakutan, mereka takut terpapar virus Covid-19  karena orang tersebut.  

    Virus Covid-19   merupakan masalah  yang harus kita waspadai., tapi jangan parno, paranoid. Kalau kecemasan kita berlebihan maka akan menimbulkan efek penurunan imunitas. Walau begitu, waspada juga jangan seenaknya, harus terukur sesuai dengan protokol kesehatan  yang telah di keluarkan oleh pemerintah dan langkah-langkah pencegahan dalam rangka antisipasi penyebaran virus Covid-19 , perkiraan dampak virus Covid-19  ini jangka pendek sekitar enam bulan. Tapi memang membutuhkan waktu untuk bisa recovery dari dampak yang ditimbulkan.

    Kondisi ini menimbulkan ketakutan dan membuat orang selalu berprasangka pada kelompok tertentu, Kondisi tersebut diperparah dengan penyebaran informasi hoax yang tak dapat dipertanggungjawabkan di media sosial, Pasalnya karakter pengguna media sosial cenderung berkumpul pada orang berpandangan sama, Jadi ada informasi belum tentu benar, tidak ada yang netralisir.

    Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan 305 konten hoax dan disinformasi seputar virus Covid-19. Information disorder ini kemudian memperkeruh upaya memberi informasi nyata. Efeknya, publik terus-menerus mendapat informasi yang buruk dari media sosial, berpotensi membuat publik panik dan takut akan bencana non alam ini.  

    Di tengah keresahan penyebaran wabah, publik cenderung mau jadi pahlawan yang mengabarkan secepat-cepatnya, sehingga lupa konfirmasi, lupa identifikasi berita yang tak benar, sehingga publik dibuat terlalu takut, panik dan marah,  sangat persuasif dan menyentuh emosi.

    Jadi, sebenarnya tak ada data dan fakta yang disampaikan, hanya mau bermain-main dengan emosi publik. Seharusnya menyikapi persoalan ini bisa dengan menumbuhkan critical thinking, yakni secara krusial mempertanyakan kebenaran dan tak langsung percaya dengan informasi yang diterima.

    Kenyataannya Media sosial yang paling banyak membuat orang takut sampai panik serta paranoid dalam menghadapi darurat virus Covid-19 serta  memborbardir dengan berita-berita negatif yang membuat publik gelisah. Ditambah lagi ada yang memforward berita-berita negatif sehingga publik semakin dibuat galau.

    Semua gelisah, panik bahkan paranoid terhadap wabah virus Covid-19, ini dapat membuat imunitas kita menurun, padahal dalam menghadapi kondisi seperti saat ini kita memerlukan daya tahan tubuh yang prima, semua emosi negatif dapat menurunkan imunitas tubuh.

    Berkaca pada china saat mereka darurat virus bukan berita-berita negatif yang di publikasikan namun suara-suara penyemangat yang beredar dan mengelora dengan teriakan “ Wuhan jiayou, Cungkuo jiayou “ (semangat Wuhan, semangat China).

    Dari apartemen masing-masing warga china yang terisolasi, mereka kompak saling menyemangati, saling menguatkan. Support yang demikian besar diberikan untuk menumbuhkan semangat, motivasi untuk terus berpikir positif sehingga imunitas meningkat, disiplin yang tinggi serta satu komando informasi sesuai arahan pemerintahnya, bahkan para imigran China di Amerika pun berparade untuk memberikan support terhadap negaranya.

    Yang terjadi pada kita berbeda, setiap hari berbagai macam info-info yang kita dengarkan, yang kita baca dan yang di forward dimedia sosial adalah info-info yang membuat galau, panik bahkan paranoid yaitu info penyebaran virus, info kematian mendadak, info lockdown, info pencegahan terhadap virus covid-19, info peringatan-peringatan jangan begini dan jangan begitu, info kelangkaan masker, kelangkaan desinfektan dan info sembako yang mahal akibat panic buying, hampir tidak ada kata-kata penyemangat,  mari mulai sekarang hapus dan jangan memforward berta-berita yang tidak penting yang dapat membuat galau dan paranoid sehingga berakibat menurunkan imunitas tubuh.

    Himbauan Kemenkes agar mengikuti protokol  pencegahan penularan virus Covid-19 guna meminimalisir risiko tertular virus Covid-19, termasuk mendorong upaya untuk menjaga jarak secara sosial atau social distancing, juga menyarankan untuk menutup mulut ketika batuk, mencuci tangan dan tidak ke luar rumah, meminimalisir kontak fisik dengan pihak lain dan itu jadi saran yang masuk akal untuk meminimalisir penyebaran virus Covid-19 .

    Berharap juga komunikasi publik dari pemerintah ke masyarakat, sudah tahu bahwa kita sedang parno dengan Virus Covid-19, jangan dijadikan bahan candaan. Terutama pembagian informasi tentang Virus Covid-19.

    Berikan semangat agar Indonesia bisa melewati masa darurat virus Covid-19.

    Tetap sehat, bahagia, dan berharap Virus Covid-19 segera enyah dari negeri kita tercinta,Insyaa Allah,  Aamiin (*)

    Penulis :  Enindelastri,  Mahasiswa Pasca sarjana Kesmas Universitas Halu Oleo


    Penulis | Redaksi






VIDEO