• Diperkosa Kakak Ipar, Siswi SMA di Kolut Hamil 8 Bulan

image_title
Ket: Ilustrasi
  • Share

    BUMISULTRA

    KOLUT - Sebut saja Ningsih siswi disalah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) Sulawesi Tenggara (Sultra) hamil 8 bulan, akibat diperkosa berkali - kali di tempat yang berbeda oleh kakak iparnya sendiri berinisial SP.

    Berdasarkan laporan orang tua Ningsih dengan nomor : LP/ 68/ Xll / 2019 Sultra / SPKT Res Kolut,  Senin tanggal 24 Februari 2020 sekitar jam 16.00. Bertempat di Dusun II Desa Sorona Kecamatan Watunohu Anggora Reskrim Polres Kolut melakukan penangkapan terhadap tersangka SP

    Kasat Reskrim Polres Kolut, Iptu Ahmad Faroni, SH. melalui Kasubag Humas Aipda Hari Hermawan, SH membenarkan adanya penangkapan oleh anggota terhadap pelaku pemerkosaan yang dilakukan kepada adik iparnya sendiri.

    "Kronologis kejadian bermula sekitar bulan April tahun 2019 lalu Sekitar Pukul 14.30 Wita. Ningsi baru pulang dari sekolah kemudian hendak berangkat kembali kesekolah dalam rangka kegiatan pramuka namun ,setan apa yang merasuki tersangka SP yang masih Kakak iparnya sendiri tiba - tiba dengan kasar menarik tangan Ningsi masuk dalam kamar," kata Hari Hermawan.

    Lebih lanjut kata Kasubag Humas ini, kemudian dengan paksa maka terjadi pemerkosaan terhadap ningsi, seusai melakukan perbuatan bejatnya pelaku tersebut juga melakukan pengancaman terhadap korban dengan cara akan membunuhnya bila mana korban akan membeberkan perbuatannya kepada orang tua pelaku.

    "Tidak saja mempemerkosa, pelaku ini juga mengancam dengan mengatakan "kalau kamu ceritakan sama mama, saya bunuh ko," kata Hari.

    Dikatakanya, atas pemerkosaan yang dilakukan oleh pelaku terhadap adik iparnya sendiri di tahun kemarin, perut Ningsi kian hari kian membesar. atas desakan dan paksaan orang tua korban, akhirnya korban menceritakan semua yang dialaminya, sehingga mengalami hamil 8 bulan.

    "Atas kejadian tersebut orang tua merasa keberatan sehingga pelaku dilaporkan ke pihak berwajib untuk diproses hukum lebih lanjut," pungkasnya. (*)

     


    Penulis | Bahar












VIDEO