• Peserta Kepanasan, Ombudsman Sorot Fasilitas CPNS di Muna

image_title
Ket: Kepala Perwakilan Ombusdman Sultra, Mastri Susilo
  • Share

    BUMISULTRA

    MUNA--Ombudsman Republik Indonesia (RI) perwakilan Sulawesi Tenggera mengunjungi pelaksanaan Tes Calom Pegawai Nengeri Sipil Kabupaten Muna, Kamis (13/2/2020) dalam kunjungan itu memastikan bahwa proses selesksi bisa berjalan dengan baik.

    Dipimpin langsung Kepala perwakilan Ombudsman Sultra, Mastri Susilo bersama rombongan tim nampak terlihat mensurvei mulai dari lokasi regitrasi peserta tes, Ruang isolasi hingga masuk pada pelaksanaan ujian cat untuk memastikan hal hal apa yang menjadi kendala.

    Namun diruang isolasi Mastri menyayangkan dan menyoroti fasilitas yang boleh dikata agak kurang memadai sehingga para pemburun NIP merasa kepanasan. padahal diruangan itu seharusnya reprentatif sehingga peserta yang menunggu sesi berikutnya lebih nyaman menjalankan tes.

    "Karena diruangan itu panas sehingga saya sarankan untuk menambah kipas angin. begitu pula dengan ruang ujian minimal bisa mengurangi panas karena dampaknya bisa mengganggu konsentrasi peserta untuk tes." ucapnya dihadapan awak media.

    Disamping itu, Ia juga mengapresiasi pihak panitia lokal BKPSDM Muna karena bisa melalakukan tes CPNS secara mandiri. dan dari hasil monitoring jaringan juga cukup bagus meski fasilitas untuk keselurahan belum sempurnah.

    Menurut Mastri semuanya sudah cukup dan layak mulai dari ruang memonitor hasil peserta dari keluarga, ada juga inspektorat yang melakukan pemantauan karena mereka juga memiliki tanggung jawab melakukan input untuk melaporkan ke Mendagri terkait selesksi ini.

    "Jadi ruang isolasi dan ruang tes bisa ditambahkan kipas anginnya sehingga para peserta bisa leluasa dan tidak kepanasan dalam menajalankan Tes." katanya.

    Mastri juga menemukan salah satu dari peserta ujian yang tidak membawa KTP dan anehnya diberikan toleran oleh panitia BKN. sehingga ia mengambil keputusan untuk tidak mengikutkan peserta dalam ujian itu, karena dianggap melanggar aturan dan tidak memenuhi persyaratan dalam ujian.

    "Kita harus konsisten dengan aturan. karena disitu sudah dijelaskan setiap peserta harus cepat hadir minimal 90 menit sebelum waktu tes, begitu juga peserta wajib membawa KTP asli dan bukti kartu ujian." tandasnya.(*)


    Penulis | Ali Rasyid












VIDEO