• Gara-gara Air Hujan, Dua Warga Muna Berakhir di Kantor Polisi

image_title
Ket: Ilustrasi
  • Share

    BUMISULTRA

    MUNA--Dua Warga Jalan Lumba lumba, Kecamatan Batalaiworu, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara, Kamil dan Ahmad Yani bertengkar gara-gara air hujan dan berakhirnya di Kantor Polsek Katobu.

    Perselisihan keduanya bermula air hujan dari tenda kios Kamil yang jatuh membasahi jualan Ahmad Yani. Padahal keduanya bertetangga kios yang berada pasar Laaino. tak terima itu, istri ahmad bernama Murni melaporkan kepada suaminya.

    "Ini bapaknya Aisyah dia mau tempeleng mulutku karena air hujan dari tendaku tertampung di tendanya akibat tendanya lebih rendah " kata Murni lewat Via Telpon kepada suaminya, Senin (3/2/2020).

    Mendengar itu Ahmad Yani pun geram dan mengambil badik dari dalam lemari kemudian menuju tempat menjual istrinya di areal terminal Laino. Saat itu Ahmad  melihat Kamil sedang memegang sebilah pisau berdiri diatas kursi memperbaiki tenda tempat menjualnya lalu ia mendekatinya sambil berkata bahwa "Apa maumu ??.

    Kamil pun menjawab "Itu air hujan dari tendamu basahi dosku. lalu disambung oleh Murni (istri Ahmad Yani, red) katanya" kamu lebih duluan air tendamu basahi dosku dan makaroni jualanku terjatuh akibat kau tarik payung."

    Selanjutnya terjadi pertengkaran antara Kamil dan Murni kemudian Ahmad (suaminya) mencabut badik dari pinggang kanannya dan menunjukkan ke arah Kamil ( belum lepas dari sarung badik ) sambil berkata lagi  "Apa maumu ". sehingga Kamil berjalan mundur ke arah kios milik Wahid dan mengambil sebatang balok kayu lalu membuang pisau yang dia pegang.

    Tak sampai disitu, Ahmad kemudian memungut pisau milik Kamil sambil berjalan kearahnya dalam posisi tangan kanan Ahmad genggam badik dan tangan kiri genggam pisau dapur milik Kamil. Selanjutnya Kamil memukulkan kayu tersebut ke arah kepala Ahmad tapi ia menangkis gunakan tangan kiri & secara spontan Ahmad  maju dan menikam badik yang tergenggam di tangan kanannya ke dada kanan Kamil.

    Setelah peristiwa itu, korban Kamil datang ke Polsek Katobu melaporkan kejadian tersebut dan personil Polsek Katobu langsung ke TKP dan mengamankan Ahmad.

    Kapolsek Katobu, Iptu Darul Aqsa SH membenarkan perihal tersebut, ia juga sudah melakukan mediasi kepda keduanya dan menganjurkan berdamai. Namun salah satu dari mereka menolak dan akan melanjutkan ke ranah hukum.

    "Berhubung karena keduanya sama -sama luka maka saya anjurkan untuk berdamai sebab luka tusukan badik di dada Kamil tidak dalam. Namun ia berkeras tidak mau damai sehingga mereka berdua diterima laporannya serta dimintakan pemeriksaan visum di RSUD Raha,'' uja Daru; Aqsa.

    Lanjut Darul, kedua belah pihak membuat surat pernyatan akan melanjutkan persoalan ke proses hukum. Berdasarkan petunjuk dari Kapolres Muna AKBP Debby Asri Nugroho SH. S.Ik pihaknya melakukan penahanan terhadap mereka berdua dengan pertimbangan rawan akan terjadi pengulangan pertikaian. 

    "Kita amankan karena tempat menjual mereka berdampingan di lokasi terminal laino, berdasarkan pertimbangan tugas pokok Polri selaku selaku Pembina, Pengayom, Pelindung masyarakat maka Kapolres Muna mengarahkan untuk tetap memberikan peluang kepada mereka untuk berdamai dalam jangka waktu maksimal 5 hari penahanan. Tapi bila tetap tidak ada perdamaian maka hari ke 6 SPDP akan dikirim ke Kejaksaan Negeri Raha sebagai tindak lanjut proses penyidikan terhadap keduanya," jelas Darul.(*)


    Penulis | Ali Rasyid












VIDEO