• BRI Raha tidak Libatkan Pemilik Rumah Saat Lelang Hingga Dieksekusi

image_title
Ket: Rumah Marlina yang dilelang Bank BRI Cabang Raha
  • Share

    BUMISULTRA

    MUNA--Marlina (35),  warga Jalan Agus Salim, Kelurahan Raha I, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) harus pasrah ketika rumahnya dieksekusi  Pengadilan Negeri Raha. Eksekusi ini berdasarkan hasil Lelang dari pihak BRI Cabang Raha.

    Ironisnya, saat dilakukan penjualan didepan Umum (lelang), tak ada satupun pihak keluarga yang dilibatkan terutama nasabah BRI Rifan Basuki (PNS)  yang tak lain adalah suami dari Marlina. Padahal sebelumnya Marlina mengintruksikan agar pada saat rumahnya dilelang ia minta dihadirkan.

    "Kalau mau lelang harus hadir pemilik rumah dan yang lelang, supaya kita tahu jumlahnya berapa. Ini kita minta petunjuk kapan dilelang bagaimana prosedurnya, caranya kita mau ikut namun pihak BRI tidak informasikan,'' ucapnya dengan nada sedih pada Bumisultra, Rabu (29/1/2020).

    Sementra Rifan Basuki saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa, pengambilan kredit pada pada BRI Cabang Raha sebesar Rp 300 juta tahun 2016. Dan tahun 2016 hingga 2017 pembayaran pokok dan bunganya sangat lancar,  karena usaha mereka yang kelola saat itu mulai valid sehingga tahun 2017, 2018 mereka membayar sebatas bunga hingga sampai tahun 2019 dan menunggak selama 6 bulan.

    Untuk menyelesaikan tunggakan sebatas bunga, Rifan diarahkan oleh oknum anggota BRI untuk membayar sebesar Rp6 juta rupiah. Setelah membawa uang itu malah ditolak, ia diarahkan kembali oleh salah satu oknum untuk menembus bunga utang sebesar Rp 15 juta.

    "Setelah membawa uang 15 juta lagi lagi saya ditolak,  mereka mau agar saya melunasi keseluruhan utang saya beserta bunganya sekitar 300 juta lebih. Padahal saya sudah ikuti sesuai intruksi mereka. saya juga bingung kenapa harus ditolak terus padahal saya ada niat untuk menuntaskan ini,'' cerita Rifan.

    Sebagai nasabah Rifan tak menduga akan seperti ini, padahal ia sudah membawa SK pegawai 80 persen untuk jaminan, namun ditolak. Dengan alibi bahwa SK tersebut jika dilakukan pengambilan uang hanya sebatas Rp 30-50 juta, sementra Bank lain melayani hingga ratusan juta.

    Parahnya lagi, sambung Rifan surat lelang rumahnya diketahui empat hari sebelum dilakukan lelang, padahal surat yang dikeluarkan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara (KPKN) sudah sebulan lebih diterbitkan hanya belum sampai ke tangan pemilik rumah dan berada di pihak BRI Cabang Raha.

    "Ini aneh, surat lelang dikeluarkan sudah sebulan lebih, sementara saya disampaikan nanti 4 hari lagi lelang, bagaimana dalam jangka waktu beberapa hari itu saya mau dapat uang dengan jumlah besar kurang lebih 300 juta. Toh saya juga sudah jaminkan SK pegawaiku namun ditolak, ada apa..?." ucapnya lagi dengan nada kecewa.

    Sementara itu Kuasa Hukum Rifan, Abdul Razak SH menghargai eksekusi rumah atas kliennya. menurutnya ini adalah pelaksanaan keputusan yang telah berkekuatan hukum dan kita harus menghargai proses itu.

    Namun ia tak tinggal diam, sebagai kuasa hukum, ia akan mengambil langkah tegas dengan melakukan gugatan kembali kepada pihak pihak yang terlibat dalam proses ini dengan tujuan gugatan untuk membatalkan lelang.

    "Ada beberapa hal yang kami nilai menyalahi prosedur dan tidak sesuai yang ditentukanUU, sehingga langka awal kita akan mengambil langkah hukum baik pidana maupun perdata,'' tandasnya.

    Sampai berita ini diturunkan belum ada tanggapan dari pihak BRI Cabang Raha. (*)


    Penulis | Ali Rasyid








VIDEO