• Di Penjara Pelajar Korban Begal Lagi Sakit dan Ingin Kembali Sekolah

image_title
Ket: Dua pelajar korban begal, Aslan dan Rizki saat ditensi di ruangan klinik Lapas kelas IIA Baubau
  • Share

    BUMISULTRA

    BAUBAU--Dua pelajar SMA Kota Baubau, Aslan dan Riszki korban begal yang saat ini mendekam di penjara Lapas Kelas II A Kota Baubau, Provinsi Sulawaesi Tenggara (Sultra) saat ditemui wartawan Bumisultra, Jumat (24/1/2020). Berikut petikan hasil wawancara Harianto

    Wajah tertunduk lesu dan sedih terlihat dari raut wajah kedua pelajar. Pandangan mata nanar dan berkaca kaca sambil  meneteskan air mata sambil menceritakan kisahnya selama di penjara pada Bumisultra. 

    "Saya ingin sekolah, saya tidak bersalah, saya mau pulang bantu mamaku dan bapakku," ucap Aslan (16) saat ditemui di Lapas Baubau, Jumat (24/1/2020).

    Aslan ditersangkakan usai menjadi korban pembegalan didepan ex Annisa Jalan Betombari menceritakan sedikit kronoligi kejadian yang menimpah dia dan rekannya, Rizki.

    "Kita habis pulang makan tapi didepan Annisa itu kita kehabisan bensin. Tiba- tiba ada 3  orang datang, saya kira mereka mau bantu dorong tapi ternyata mereka langsung pukul saya sambil ambil hp ditanganku. Saya dipukul empat kali jadi saya membalas sambil teriak jambret akhirnya yang satu ini dia jatuh," ceritanya.

    Setelah kejadiannya berlarut-larut hingga dia dijadikan tersangka dan begal yang berusaha mencuri hpnya dibebaskan. Mendapat kenyataan ini hilang sudah mimpi kedua pelajar ini.

    Dimana Aslan dan Rizki mengaku ingin  menjadi seorang Tentara Nasional Indonesia (TNI)  agar bisa membanggakan orang tuanya. ''Saya ingin jadi tentara biar orang tua saya bangga,'' katanya dengan nada sedih.

    Sementara, Riski (16) saat ditemui dalam keadaan  sakit dan sedang diperiksa. ''Saya sakit kepala, batuk, saya rasa badanku panas, saya lemas. Saya mau pulang, saya tidak bersalah, saya ingin berkumpul sama teman-teman sekolah, saya mau belajar. Sudah semester dua ini jangan sampai saya tidak bisa naik kelas," kata Riski sambil tertunduk meneteskan air mata.

    Tidak hanya itu Riski juga mengaku sengsara selama di penjara karena merasa tidak bersalah tapi harus berada di jeruji besi. Selain itu dia merindukan keluarganya dan ingin sekolah.

    ''Saya sengsara disini, saya tidak nyenyak tidur setiap malam karena saya ingat ingat orang tuaku, saya ingat sekolahku, saya mau ingin jadi tentara supaya orang tuaku bangga" katanya.

    Pantauan  wartawan Bumisultra, Riski kemudian diperiksa di klinik Lapas dengan tensi awal 163 dan kemudian tensi kedua turun 110.

    "Mungkin tadi karena berdetak cepat jantungnya harusnya dia duduk dulu sekitar lima atau sepuluh menit baru diperiksa" ungkap pegawai Lapas di ruangan Klinik.

    Menurut tetagga Aslan juga dikenal sebagai anak yang rajin, ketika pulang sekolah ia selalu menjaga usaha galon kakeknya dan Riski ini juga ketika pulang sekolah sehabis belajar ia kemudian membantu kerja dibengkel untuk biaya sekolahnya.

    Sebelumnya, kedua pelajar SMA Kota Baubau  ini ditetapkan jadi tersangka setelah jadi korban begal tanggal  1 Januari 2020 lalu. Ironisnya pelaku begal yang menjambret HP nya dibebaskan, sementara korban jambret malah jadi tersangka dan kini mendekam di penjara Kelas II A Lapas Kota Baubau sejak tanggal 18 Januari 2020. (*) 

     

     

     


    Penulis | Harianto












VIDEO