• Mayat Andri Ditemukan Secara Terpisah di Jetty PT. Cinta Jaya

image_title
Ket: Saat tubuh korban dievakuasi aparat di lokasi kejadian
  • Share

    BUMISULTRA

    KONUT--Beginilah para pengusaha tambang nikel di Kabupaten Konawe Utara (Konut) yang tidak menegakkan K3 di wilayah pertambangannya. PT. Cinta Jaya salah satu pemilik Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang berada di Desa Mandiodo Kecamatan Molawe Kabupaten Konut, telah terjadi kecelakaan yang menghilangkan nyawa salah satu karyawannya di jetty miliknya.

    Seperti yang dialami korban  Andri, harus meregang nyawa akibat ditebas oleh alat berat milik  perushaan tambang PT Cinta Jaya saat bekerja, Selasa (14/1/2020).

    Kejadian itu bermula, saat Andri akan mengambil sample tanah untuk dimasukkan ke laboratorium, saat Andri yang memiliki nama panggilan Toy harus berakhir dibucket excavator milik PT. DAS (Kontraktor PT. Cinta Jaya), yang menyebabkan badannya terpisah-pisah.

    Tangan milik korban atau salah satu organ tubuhnya hilang dan membutuhkan beberapa jam untuk mencarinya, organ tubuh itu didapat setelah tim Kepolisian sektor Lasolo bersama karyawan perusahaan menggunakan alat berat untuk mengeruk tanah kembali.

    Kejadian itu mengejutkan masyarakat lingkar tambang, bahkan telah beredar di media sosial facebook dan watshapp, yang membuat masyarakat se-Kabupaten Konut resah keberadaan PT. Cinta jaya melakukan penambangan yang tidak menghargai nyawa manusia.

    Hal itu dilontarkan oleh ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Aliansi Mahasiswa dan pemuda Pemerhati Tambang (AMPERTAM) bahwa kehadiran perusahaan tak memberikan kesejahteraan malah menjadi pemicu hilangnya nyawa manusia.

    "Saya sesalkan PT. Cinta Jaya yang tidak menegakkan K3 dilingkup perusahaannya, ini terbukti salah satu nyawa manusia yang ditemukan dengan tubuh secara terpisah. seperti apa SAFETY di perusahaan ini" kecam Muladis S.IP ketua AMPERTAM, Rabu (15/1/2020).

    Muladis juga menghimbau kepada kepolisian untuk menyelesaikan kejadian ini, agar para penambang yang berada di Konawe Utara, selalu mengutamakan keselamatan kerja. Tak hanya itu, dirinya akan terus mempresure sampai kejadian kecelakaan ini bisa diselesaikan dan mendapat teguran keras dari Kemeterian Energy dan Sumber Daya Mineral.

    "Seperti yang tertera Permen ESDM RI nomor 26 tahun 2018 pasal 50 ayat 1, perusahaan yang melanggar dan menyebabkan hilangnya nyawa, harus diberikan sanksi administratib sampai pencabutan Izin usaha pertambangan."tegasnya.(*)


    Penulis | Suhardiman Sawali








VIDEO