• Dirjen Kemenag RI Sebut PTKIN Wajib Memiliki Kualitas Skala Internasional

image_title
Ket: Rektor IAIN Kendari, Faizah Binti Awad saat menyerahkan cendera mata kepada Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof Dr Phil Kamaruddin Amin MA. Foto : Septiana
  • Share

    BUMISULTRA

    KENDARI - Memberikan kuliah umum di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Dirjen Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof Dr Phil Kamaruddin Amin MA mengatakan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus memiliki kualitas skala internasional jika ingin bersaing secara global.

    "Sebagai perguruan tinggi yang bertugas menyiapkan generasi bangsa tentu perlu memiliki kualitas bukan saja nasional tetapi berdaya saing pada level global. Sekarang tidak penting dari Program Studi (Prodi) mana anda, yang terpenting se berkualitas apa Prodi anda?," ucapnya, Selasa (14/1/2020).

    Disinilah, lanjut dia, besarnya kontribusi PTKIN dalam berbangsa dan bernegara. Diantaranya meningkatkan kompetitif di dunia pendidikan. Hal tersebut perlu diketahui dan disadari setiap perguruan tinggi, tidak terkecuali IAIN Kendari yang saat ini tengah melakukan transformasi menjadi universitas.

    "Terlebih di era digital seperti sekarang ini, menuntut kita memiliki karakter keilmuan yang jelas atau lebih spesifik. Jika tidak, maka kita akan tergeser dan diganti dengan yang lain," ungkapnya.

    Kamaruddin mengingatkan, disamping hard skill, penguasaan bahasa asing pun sangat dibutuhkan. Apalagi bagi para generasi muda bangsa yang akan menghadapi tantangan jauh lebih besar di masyarakat.

    "Saya tidak ingin anak bangsa kita menyesal kemudian hari jika setelah selesai pendidikannya namun tidak memiliki kompetensi dan kualitas di masyarakat," tuturnya.

    Diketahui, masih dia, baru 32 persen anak indonesia yang mendapat kesempatan menempuh pendidikan hingga ke perguruan tinggi. Sisanya, masih ada 68 persen yang tidak berkesempatan lanjut ke perguruan tinggi.

    "Artinya indeks pendidikan di Indonesia masih rendah. Tantangan kita sekarang adalah akses, serta kualitas atau mutu pendidikan. Kesemuanya itu masih perlu dibenahi agar setiap anak di negeri ini berkesempatan menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi," tutupnya. (*)


    Penulis | Septiana






VIDEO