• 2019, Transaksi Non Tunai di Sultra Meningkat

image_title
Ket: Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sultra, Suharman Tabrani. Foto: Septianan
  • Share

    BUMISULTRA

    KENDARI - Menuju tahun 2020, Bank Indonesia (BI) Sultra terus mendorong penggunaan transaksi non tunai dalam transaksi keuangan di masyarakat. Beberapa upaya telah ditempuh melalui program elektronifikasi dan edukasi kepada masyarakat. Program elektronifikasi transaksi keuangan telah diterapkan dalam penyaluran program bantuan sosial (bansos) dari pemerintah bekerjasama dengan HIMBARA untuk Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Sultra.

    Kepala Perwakilan BI Sultra, Suharman Tabrani, mengatakan, mewujudkan itu pihaknya siap untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan instansi lain dalam upaya mendorong elektronifikasi transaksi pemerintah daerah baik pada sisi pengelolaan belanja daerah maupun penerimaan daerah.

    "Sebagai fasilitator dan regulator sistem pembayaran, Bank Indonesia menyelenggarakan Sistem Kliring Nasional dan BI RTGS untuk melayani settlement dana melalui perbankan. Hingga September 2019, total transaksi non tunai melalui SKNBI dan RTGS tercatat sebesar Rp 6,0 triliun atau meningkat sebesar 84,4% (yoy). Peningkatan nilai transaksi tersebut menunjukkan bahwa perekonomian Sulawesi Tenggara mengalami pertumbuhan dibandingkan tahun sebelumnya," ungkapnya, Rabu (11/12/2019).

    Selain mendorong transaksi non tunai, BI Sultra juga secara konsisten melayani kebutuhan uang untuk transaksi tunai. Bank Indonesia senantiasa berupaya memenuhi kebutuhan uang masyarakat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas uang yang diedarkan.

    "Saat ini kami memiliki 2 lokasi kas titipan untuk mendukung pengedaran uang di wilayah Sulawesi Tenggara masing-masing di Kolaka dan Baubau. Tidak hanya melalui perbankan, layanan langsung kepada masyarakat kami berikan melalui Kas Keliling yang menjangkau hingga wilayah terluar Sulawesi Tenggara," tuturnya.

    Hingga November 2019, sambung Suharman, jumlah uang yang diedarkan di Sulawesi Tenggara tercatat mencapai Rp4,3 triliun meningkat 17,9% dibandingkan tahun 2018. Sejalan upaya kami untuk meningkatkan kualitas uang di masyarakat, jumlah uang yang kami musnahkan hingga November 2019 mencapai Rp1,3 triliun atau turun sebesar 26,3% dibandingkan tahun 2018. (*)


    Penulis | Septiana







VIDEO