• Elektabilitas Rajiun Teratas 41 Persen, Menyusul Petahana

image_title
Ket: Bupati Muna Barat, LM Rajiun Tumada
  • Share

    BUMISULTRA

    MUNA--Jelang pemilihan kepala daerah 2020 para kandidat terus unjuk kekuatan menarik simpatisan rakyat. Bahkan, beberapa lembaga survei pun dikerahkan. sama halnya dengan Bakal calon  Rajiun Tumada. Bupati Muna Barat itu sudah menggunakan dua lembaga survei asal Jakarta.

    Dari berberapa lembaga survei yang di gunakan Mantan Kasat Pol PP Sultra itu, salah satu diantaranya Barometer Indonesia survei. Kata Rajiun, data survei dari bulan agustus hinggah bulan oktober hasilnya sangat memuaskan.

    "Untuk dibulan 8 berdasarkan hasil survei mendapat 28 persen, sedangkan itu baru main dua bulan. dan bulan oktober ini sudah mencapai 41 persen, sementara petahana dan yang lainnya di bawah." urainya pada Bumisultra, Jumat (22/11/2019).

    Ketua Brigade Sowite itu tak membantah, indikator dari hasil itu, karena gencarnya melakukan sosialisasi, tatap muka, silatuhrahim bersama masyarakat, apalagi ia adalah satu satunya Bacalon yang siap bertarung di Pilkada Muna 2020 nanti.

    Bukan hanya itu, lanjut Rajiun, bicara soal Pilkda ada hal yang menurutnya menjadi acuan dalam proses survei yang dilakukan oleh kinerja kinerja Pemrintah, kelompok kelompok masyarkat. sehingga, ia juga melakuakn survei kebawa, apakah masyarakat puas dengan kinerja pemerintah dan yang menjadi keinginan masyarakat.

    "Jadi berdasarkan lembaga survei yang saya miliki, bulan oktober itu masuk 41 persen dan untuk petahana di bawah 40 dan dokter 14, serta SU 2,8 persen. sedangkan untuk bulan 8 kemarin, saya 28 persen dibawah incumbent 21 persen dan tdk jauh dari dokter,'' ucapnya.

    Rajiun juga membeberkan, Bahwa lembaga survei yang ia gunakan berbeda beda.kata dia, ada peningkatan siginifikan yakni 54 persen tingkat ketidak puasnya masyarakat terhadap kinerja pemerintah.

    "Mencakup 46, 3 persen masalah jalan raya, ditambah 22'3 persen masalah pasar, disusul 14 sekian persen masalah air bersih, kemudian modal usaha dan masalah pemberdayaan masyarakat,'' tandasnya.

    Terakhir Lanjut Rajiun, jika ada yang mengklaim soal hasil lembaga survei itu tidak benar, ia hanya menyarankan untuk unjuk mempersilakan bagi para bakada memperlihatkan data data dari lembaga survei masing- masing. (*)


    Penulis | Ali Rasyid








VIDEO