• Anggota DPRD Kendari Meminta Kenaikan Upah Petugas Kebersihan

image_title
Ket: Anggota DPRD Kendari, Apriliani Puspitawati. Foto: Septiana
  • Share

    BUMISULTRA

    KENDARI - Sejumlah titik di Kendari masih saja terlihat tumpukan sampah, rupanya hal itu disebabkan petugas kebersihan yang mogok kerja. Diketahui aksi tersebut dilakukan karena memprotes upah yang begitu minim serta adanya keterlambatan pembayaran.

    Apriliani Puspitawati dari Fraksi PDIP menyampaikan, dari penyisiran anggota DPRD Kendari beberapa waktu lalu, pihaknya melihat wajah Kota Kendari hingga saat ini masih ditemui tumpukan sampah dibeberapa titik. Tentu sangat disayangkan, apalagi Ibu Kota Sultra ini sudah banyak menerima penghargaan Adipura.

    "Dari yang kita dengar, tumpukan sampah terjadi karena petugas kebersihan sedang mogok kerja. Bukannya apa-apa tetapi mereka mogok karena protes upah yang diterima sangat minim, sudah minim tidak rutin lagi diterima tiap bulan," jelas April yang ditemui usai membacakan pandangan akhir Fraksi, Senin (4/11/2019).

    Diketahui, lanjut, upah yang diterima petugas kebersihan sekitar Rp 700 ribu hingga Rp 900 ribu. Untuk itu pihaknya berharap ada kenaikan upah bagi para pejuang kebersihan. April begitu ia disapa, secara pribadi meminta kepada pemerintah kota untuk lebih memperhatikan hal tersebut.

    "Mereka itu kan bagian dari Kota Kendari yang harus diperhatikan kesejahteraannya. Apalagi peran meraka sangat luar biasa, tetapi kinerja mereka akan lebih maksimal jika kerja kerasnya dihargai dengan layak," tegas April.
    Dia menambahkan, jika kondisi seperti ini terus terjadi dengan banyaknya sampah disudut-sudut kota dapat dikatakan Kendari sudah tidak layak meraih Adipura. (*)


    Penulis | Septiana








VIDEO