• Warga Kendari Dibekuk di Muna Bawa Sabu, Pelaku Mengaku dari Bos Sayur

image_title
Ket: Kapolres Muna, AKBP Debby Nugroho bersama Kasat Narkoba Polres Muna, Iptu Hamka
  • Share

    BUMISULTRA

    MUNA-Satuan Reserse Narkoba Polres Muna kembali menggagalkan peredaran narkotika lintas Kabupaten. inisial ST (36) yang merupakan warga Kendari Barat diamankan didalam kapal cepat pelabuhan Kota Raha saat hendak melakukan transaksi.

    Ditangan Kasat Narkoba Polres Muna, Iptu Hamka, pria yang berprofesi sebagai tukang ojek, tak berkutik diamankan bersama barang bukti berupa dua paket kecil yang didalamnya terdapat 10 gram sabu dan 16,26 gram dengan total bruto 21,32 gram.

    Kapolres Muna, AKBP Debby Nugroho membeberkan, pelaku ST alias PG tak berkutik saat dibekuk didalam kapal expres cantika 168. Berdasarkan informasi, ST tengah itu akan mengantar barang ke pelabuhan dermaga Baubau, namun sampai dilokasi, paket itu tak kunjung diambil sehingga pelaku balik kembali.

    Didalam kapal, bersama paket sabu dengan informasi ciri- ciri yang sudah di kantongi, ST yang saat itu duduk di ruang VIP kapal cantika, akhirnya dibekuk Satres Narkoba Polres Muna tanpa perlawanan.

    "Ditubuh pelaku kita ketemukan barang bukti dua paket kecil dililit isolasi, yang isinya masing- masing paket berisi 16 sachet kristal bening dengan berat 10 gram dan satunya berisi 10 paket dengan berat 11,32 gram, jadi total keseluruhan adalah 21,32 gram sabu," katanya.

    Lanjut Debby, menurut kesaksian pelaku, barang yang dibawanya ia peroleh dari seseorang yang tidak dikenal dan biasa dipanggil Bos Sayur, dengan cara sistem menempel. dimana katanya, Bos sayur mengarahkan pelaku untuk mengambil barang haram itu ditempat yang sudah di tentukan dan dikemas didalam kantung plastik.

    Tak sampai disitu, setelah memperoleh barang itu, ST kembali diarahkan oleh Bos Sayur untuk mengantarkan paket ke pelabuhan dermaga Kota Baubau kepada seseorang yang ia tidak kenal, dengan iming -iming jika pelaku berhasil, maka ia akan diberi upah sebesar Rp. 5.000.000.

    "Karena masuk dalam kategori menguasai atau memiliki, maka ntuk pasal yang disangkakan yakni pasal 114 (2) subsider pasal 112 (2) UU RI no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun dan paling singkat 6 tahun," tandasnya. (*)


    Penulis | Ali Rasyid








VIDEO