• Putra Terbaik Sultra Komjen Idham Aziz Jadi Kapolri

image_title
Ket: Komjen Pol Idham Azis
  • Share

    BUMISULTRA

    KENDARI--Putra terbaik Provinsi Sulawesi Tenggara terpilih jadi Kapolri setelah diputuskan secara aklamasi dalam rapat pleno Komisi III di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/10/2019) Komisi III DPR menyepakati Komjen (Pol) Idham Azis menjadi Kepala Polri.

    Siapa sebenarnya Idham Azis, Bumisultra merangkumnya dalam berbagai sumber, lahir di Kendari, Sulawesi Tenggara, 30 Januari 1963, merupakan putra kedua dari 5 bersaudara, pasangan Abdul Azis Halik dan Tuti Pertiwi.

    Berasal dari keluarga berdarah Bugis. Komjen Idham Azis bahkan menggunakan kata dalam bahasa Bugis pada nama kedua putranya, yakni Ilham Urane Azis dan Irfan Urane Azis. "Urane" dalam bahasa Bugis berarti laki-laki.

    Ifan Urane Azis merupakan calon taruna terbaik Akpol 2019. Dia meraih nilai sempurna pada Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Tahun 2019 di Magelang, Jawa Tengah. Dia juga merupakan juara Olimpiade Matematika Internasional tahun 2018 di Singapura.

    Sementara putrinya bernama Firda Athira Azis. Athira menyerupai nama ibu kandung mantan Wapres RI, Jusuf Kalla. Komjen Idham Azis menghabiskan masa kanak-kanak dan remajanya di Kendari.

    Mengenyam pendidikan SD di Kampung Salo, Komjen Idham Azis yang semasa kecil dipanggil Calli lanjut di SMP 2 Kendari, dan SMA 1 Kendari.

    Di bangku sekolah, Komjen Idham Azis dikenal pintar, cerdas, dan berprestasi. Setelah tamat di bangku SMA, dia lalu mendaftar Akabri pada tahun, namun gagal hingga 2 kali. Dia lalu mencoba kuliah pada Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo. Setelah itu mendaftar Akabri lagi dan akhirnya lulus.

    Sosok Komjen Idham Azis dikenal taat beragama (religius). Dia bahkan telah membangun sejumlah masjid.

    Sebelumnya Idham Azis menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri. Selain itu Idham merupakan lulusan Akpol tahun 1988 dan berpengalaman dalam bidang reserse. Ia termasuk polisi yang mendapat kenaikan pangkat cukup cepat saat tergabung dalam tim Bareskrim, dengan prestasi melumpuhkan teroris Dr. Azahari dan kelompoknya di BatuJawa Timur, pada tanggal 9 November 2005. Ia mendapat penghargaan dari Kapolri saat itu, Jendral Sutanto, bersama dengan para kompatriotnya, Tito KarnavianPetrus Reinhard GoloseRycko Amelza Dahniel, dan kawan-kawan. (**)


    Penulis | Redaksi








VIDEO