• Pria Asal Sultra Ditembak OTK di Intan Jaya Papua

image_title
Ket: Salah satu korban tembak OTK
  • Share

    BUMISULTRA

    Papua--Kembali terjadi pembunuhan kepada tiga orang tukang ojek yang mengantar penumpang dari Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua menuju Kampung Pugisiga, Distrik Hitadipa pada hari Jumat (25-10-2019) sekitar pukul 11.00 Wit

    Informasi yang di dapat oleh media Bumisultra.com yang bersumber dari group Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) Tiga dari korban pembunuhan tersebut merupakan pria asal Sulawesi Tenggara (Sultra) yaitu La Soni (27) Suku Buton yang bekerja sebagai tukang ojek di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua telah di bunuh menggunakan senjata api oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) yang di duga adalah kelompok TPN/OPM.

    Kronologi dari kejadian tersebut sebagai berikut. Pada hari Jumat Tanggal (25-10-2019) sekitar pukul 10.00 Wit, ketiga tukang ojek (Korban) dari Distrik Sugapa menuju ke Kampung Pugisiga.

    Pukul 11.00 Wit mantan anggota Kodim 1705/PN Sertu (Purn) Titus Kobogau yang merupakan Caleg DPRD Intan Jaya terpilih menjemput seorang gembala gereja kingmi hitadipa yang di hadang dan ditodong oleh sekelompok orang menggunakan senjata laras panjang di Kampung Pugisiga, selanjutnya Titus Kobagau bersama pak gembala menuju ke Distrik Sugapa untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni. Dalam perjalanan Titus Kobagau menyuruh setiap ojek yang ditemui nya di jalan untuk kembali ke Sugapa, mengingat adanya sekelompok orang bersenjata di Kampung Pugisiga.

    Pukul 11.30 Titus Kobagau tiba di rumah dinas Bupati Intan Jaya di Kampung Bilogai dan melaporkan kejadian penghadangan gembala tersebut, serta melaporkan adanya informasi bahwa ada beberapa tukang ojek yang di tembak oleh sekelompok orang bersenjata kepada Bupati Intan Jaya.

    Selanjutnya pukul 12.30 Wit Bupati mengumpulkan Aparat TNI/Polri, Ketua DPRD dan beberapa ASN Kabupaten Intan Jaya untuk mengadakan pertemuan guna membahas adanya kejadian tersebut dan juga informasi adanya tukang ojek yang ditembak sekelompok orang bersenjata, dari hasil pertemuan tersebut akhirnya di tunjuk empat orang kebenaran tukang ojek yang di bunuh oleh sekelompok orang bersenjata di Kampung Pugisiga, Distrik Hitadipa.

    Pukul 13.35 Wit keempat orang tersebut yaitu, Titus Kobagau, Andrias Kobagau (pendeta Hitadipa), pater Yogi (pastor titigi hitadipa), Kornelius Kobagau (Kepala Diatrik), berangkat menuju Kampung Pugisiga, Distrik Hitadipa.

    Pukul 13.40 Wit Sertu Syamsul /Ba Ramil 1705-11/ Sugapa, Wakil Ketua ojek Sugapa (persatuan tukang ojek Kabupaten Intan Jaya) di berikan pengarahan oleh Bupati Intan Jaya untuk mendata dan mengabsen semua tukang ojek.

    Pukul 17.00 Wit bertempat di Makoramil 1705-11/ Sugapa dilaksanakan apel pengecekan tukang ojek, dari hasil pengecekan tersebut baru di ketahui bahwa terdapat tiga orang tukang ojek yang belum kembali ke Sugapa, setelah itu hasil pengecekan tersebut di laporkan kepada Bupati Intan Jaya.

    Pukul 18.00 Wit, bersamaan dengan Aparat TNI/Polri berkumpul di kediaman Bupati Intan Jaya, pastor Yogi menghubungi Bupati Intan Jaya melalui telpon selular untuk melaporkan bahwa di temukan tiga orang tukang ojek dalam keadaan terkena tembakan di Kampung Pugisiga, Distrik Hitadipa. Setelah mendapat laporan tersebut, Bupati Intan Jaya beserta empat orang masyarakat dengan menggunakan dua kendaraan roda empat untuk menjemput jenaza ketiga tukang ojek tersebut yang sudah di bawah oleh masyarakat di Kampung Pugisiga ke Kampung Kulapa, Distrik Hutadipa.

    Pukul 19.00 S/D 20.15 Wit Ketua DPRD Intan Jaya beserta empat orang berangkat menuju Kampung Kulapa mengambil jenaza dan membawa nya ke Puskesmas Sugapa.

    Atas kejadian tersebut pihak nya melaporkan ke komando atas, koord dengan Polres Paniai untuk menyiagakan seluruh anggota TNI/Polri yang berada di Intan Jaya, selanjut nya Pemda Intan Jaya bersama Polres Paniai untuk menentukan tindakan selanjut nya dalam menangani ketiga jenaza tersebut.

    Dari informasi yang di dapat, dimungkinkan bahwa kelompok orang bersenjata yang berada di Kampung Pugisiga, Distrik Hitadipa tersebut merupakan Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) dari Kabupaten Puncak yang akan menuju ke daerah Tembaga Pura dan Timika, kelompok tersebut dalam jumlah banyak dan membawa senjata laras panjang.

    Selanjutnya untuk penanganan jenaza tersebut menunggu hasil koordinasi antara Pemda Intan Jaya dengan jajaran TNI/Polri yang berada di Kabupaten Intan Jaya. (*)

     


    Penulis | Almuizu








VIDEO