• Mantan Rektor UMK Kembangkan Kualitas Peternakan Ayam Ras

image_title
Ket: Penyerahan bantuan dalam pengembangan ayam ras
  • Share

    BUMISULTRA

    KENDARI - Setelah menyelesaikan pengabdiannya sebagai pejabat struktural tertinggi di Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) yakni sebagai rektor selama empat tahun. Muhammad Nur, tetap mengabdikan diri kepada masyarakat melalui dunia usaha dalam mengembangkan kapasitas dan kualitas usaha peternakan ayam ras petelur di Kecamatan Konda, tepatnya di Desa Alebo milik H. Chasan Rodhi.

    Muhammad Nur, mengatakan, pengabdian ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dan juga masuk pada program pengabdian kepada masyarakat Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) RI.

    "Khusus pada program yang saya jalankan ini, mengarah untuk penyelesaian berbagai permasalahan yang dihadapi oleh peternak ayam ras petelur terkhusus yang dialami oleh Peternak Al-Barkah," katanya, Kamis (3/10/2019).

    Dia, menuturkan, permasalahan utama yang dialami peternak Al-Barkah adalah ketidakteraturan proses pemeliharaan, terbatasnya peralatan dan kurangnya sanitasi kandang. Selama kurang lebih empat bulan kegiatan berjalan banyak hal yang telah dibenahi bersama dengan mitra, mungkin belum semua dapat terselesaikan, namun paling tidak dengan program ini bisa membantu dalam upaya perbaikan proses budidaya atau pemeliharaan usaha ternak ayam.

    "Disamping memberikan pembinaan dari aspek manajemen, kami juga telah memberikan atau mengadakan beberapa peralatan penunjang yang sangat mendasar seperti pembuatan tower air, alat pemanas elpiji, alam minum otomatis dan beberapa alat dan perlengkapan peternakan lainnya," ungkap Muhammad Nur.

    Tidak sendiri, Muhammad Nur juga bersama rekannya Mustam, SP,MM yang juga merupakan tim pelaksana program, berharap dari adanya program ini semoga tahapan proses pemeliharaan bisa lebih teratur.

    H. Chasan Rondi yang merupakan mitra atau pemilik peternakan sangat berterimakasih kepada UMK terkhusus kepada tim pelaksana telah memberikan pembinaan, bimbingan dan juga bantuan.

    "Dengan adanya program ini sangat terasa perubahan dalam usaha saya, rasanya lebih teratur, lebih mudah, lebih ringan pekerjaan karena sudah banyak yang otomatis. Kalau sebelumnya harus membakar arang kayu dalam tungku sebagai pemanas DOC, saat ini sudah tidak lagi, dulu jika memberikan air minum membutuhkan waktu 2-3 jam, sekarang sudah mengalir sendiri. Alhamdulillah terimakasih banyak sekali lagi," ucapnya.

    Sementara, Dr. Musadar Mappasomba, M.Si yang merupakan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UMK, menjelaskan, program ini merupakan program dari Kemenristekdikti yang ditujukan untuk memfasilitasi pada dosen dalam melakukan penerapan keilmuan secara langsung kepada masyarakat termasuk dalam dunia usaha atau UMKM.

    Sehingga, lanjut dia, hasil-hasil penelitian dosen ataupun keilmuan dosen tidak hanya selesai di kampus atau di ruang kuliah saja, tetapi juga dapat dinikmati oleh masyarakat luas. Ini adalah bagian dari Catur Dharma UMK. UMK melalui LPPM sendiri selalu berkomitmen untuk memberikan manfaat kepada masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), salah satunya melalui program-program pengabdian kepada masyarakat baik dari pendanaan internal maupun eksternal. (*)


    Penulis | Septiana












VIDEO